Senin, 08 Agustus 2011

I LOVE MY INDONESIA :)



Betapa kita tidak bersyukur
Bertanah air kaya dan subur
Lautnya luas, gunungnya megah
Menghijau ladang, bukit dan lembah
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung Maha Kuasa…
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung Maha Kuasa…

Guys, beberapa hari ini dengan / tanpa sadar aku ngrenungin syair lagu itu n menyadarkanku hal yang sudah lama ku lupakan : bersyukur buat alam negeriku Indonesia.

PS : tanpa sadar maksudnya tiba2 nyanyi, n dengan sadar artinya emang pengen nyanyi itu dng sebelumnya mikir “mo nyanyi2 apa ya ?” :D

Gambar2 ini aku dapet dari Om Google n ini cuma sebagian kecil dari keindahan alam Indonesia (aku yakin 
yang di pelosok2 negri ini masih sangat buanyak tempat2 yang super duper indah n alami), cekidot !

Gunung Bromo dan Semeru di Jawa Timur


Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya yang jd  kebanggaan dan aset wisata  masyarakat Sumatra Utara


Green Canyon di Pangandaran Jawa Barat

Karimun Jawa nan eksotik dan alami



Pantai Nampu yang masih virgin
di pelosok Wonogiri Jawa Tengah

 Laut Bunaken dengan taman di dasarnya yang sangat menawan

Danau Batur di Bali yang identik dengan Kintamani

Gunung Rinjani di Bali

Pantai Sundak di daerah Bantul

 At least ngunjungi pantai ini dulu lah klo belum bs yang laennya :p (kan deket)

Tangkuban Perahu di Jawa Barat yang terkenal karena legenda-nya

 Inget ya, bbrp tempat di atas cuma sebagian kecil tempat2 indah nan eksotik di seluruh Indonesia. Betapa kita gak bersyukur coba ?! :D

Gak cuma itu, Indonesia juga indah sekali dengan hamparan sawahnya yang luas menghijau dan hasil2 tanahnya yang sangat beragam,




Trus, selain bersyukur, scr praktis apa lagi dong yang bisa kita lakukan sbg anak2 Tuhan ?
1.      Jangan buang sampah sembarangan
Larangan klasik yang hampir di mana2 ada, tp bila semua orang Indonesia (at least anak2 Tuhan di Indonesia) mematuhinya, dampaknya akan sangat Woooow!!
Bayangkan bila 1 orang membuang 1 bungkus permen di jalan/di tempat2 yg gak seharusnya, n itu dilakukan oleh 1000 orang aja di Indonesia ini…hmm…. Sekitar kita akan penuh dengan sampah.
So, cara praktisnya kalo ke mana2 bawa kantong plastik yang bisa diselipin di dalem tas/kantong. Jadi klo kita punya sampah n gak ada tempat sampah, bisa kita kumpulin dlu di kantong plastik itu. Ato kalo mau lebih ramah lingkungan, kantongi dulu bungkus yang mau kita buang itu (pengalaman pribadi :p), hehehe.

2.      Kurangi pemakaian barang2 plastik
Aku punya cara praktis yang pasti bisa dilakuin anak2 Tuhan buat irit pemakaian plastik : kalo ke gereja/ke mana pun selalu bawa botol minum sendiri. Jadi kalo di gereja udah disediain galon air mineral, tinggal isi aja. Gak usah minum pakai air dalam kemasan gelas plastik, boros n gak ramah lingkungan :p

Yang pasti kita sebagai anak2 Tuhan udah sewajarnya berdoa bagi negri ini, karena apa? Ya karena Tuhan demikian cinta kepada negri Indonesia ini, kita sebagai anak2Nya sewajarnya mencintai apa yang Dia cintai :)


Guys, emang siy kadang rasanya sulit buat berdoa bagi bangsa ini karena kita udah jenuh dengan segala permasalahan yang ada yang sebenernya kita sendiri gak ngerti kapan selesainya (politik, ekonomi, kriminal, dll). Tapi cobalah untuk mendaftar kebaikan Tuhan bagi negri ini dan berdoalah untuk setiap itu.

Let’s pray n do something for Indonesia ! :)





BUKTI CINTA ORTU KEPADA ANAK - MEMBAWA ANAK2 MEMILIKI TUJUAN2 KEKAL


 Bukti cinta ortu kepada anak yg ketiga adalah membawa anak memiliki tujuan2 kekal bagi hidupnya. Setelah ortu menolong anak mengalami keselamatan, membangun identitas pada anak2, maka prioritas ketiga adalah membawa anak2 memiliki tujuan2 kekal karena setelah anak2 menerima Kristus hidupnya memiliki dimensi kekal.
Pentingnya membawa anak2 memiliki tujuan2 kekal adalah :
1.    Seorang anak Allah (seorang anak yang telah menerima keselamatan) telah dikembalikan lagi ke dalam desain penciptaan yang semula
Desain penciptaan semula (sebelum jatuh ke dalam dosa) adalah memiliki tujuan2 kekal.
Efesus 2 : 10
Ortu yang membawa anak2nya menjadi anak2 yang berhasil, tetapi tidak membawa anak kepada tujuan yg Allah tetapkan maka anak2 itu akan menjadi produk yg salah (ciptaan yg salah desain = tdk berguna).

2.     Menikmati kesenangan sementara tidak ada artinya bila dibandingkan dengan kesenangan kekal
II Kor 4:17-18 --> Paulus menceritakan bahwa penderitaan saat ini adalah baik karena mengerjakan kemuliaan kekal yg nanti dia peroleh yang jauh lebih hebat lebih mulia. Apa yang tidak kelihatan adalah jauh lebih luar biasa daripada apa yang kelihatan.
 Seperti jagat raya, yg tidak kelihatan jauh lebih menakjubkan drpd yang kelihatan :)
Membawa anak2 sukses di dunia (kaya, terkenal, dll) tidak ada artinya bagi anak2 setelah mereka memasuki kekekalan.
Apa yg mereka bawa kepada kekekalan jika hidup hanya menikmati yang sementara ?

3. Apapun yang sementara ini betapapun senangnya tidak mendatangkan kebahagiaan sejati
Perumpamaan penabur (Luk 8:14) --> kenikmatan2  yang bersifat sementara (hebat, terkenal, kaya dll) yang tidak berhubungan dengan kekekalan bisa (bukan selalu) membuat Firman Tuhan tidak bertumbuh dan mendatangkan kesusahan.
Cinta akan uang = akar kejahatan, keinginan untuk berkuasa = mendatangkan keangkuhan --> tidak akan menikmati hidup krn kekayaan, kekuasaan, dsb  mendatangkan kecemasan, kekuatiran, persaingan, dll.
Tujuan2 kekal akan mendatangkan bukan hanya sukacita nanti, tetapi sukacita yang  dinikmati sekarang. 

4.     Karena hidup ini kekal (menerima keselamatan = hidupnya berdimensi kekal, tdk sementara)
Apapun yang harus kita lakukan saat ini harus dihubungkan dengan apa yang kita jalin dalam kekekalan. Apapun menjadi tidak berarti bila dalam kekekalan nanti tidak bisa dinikmati, ingatlah bahwa hidup dalam kekekalan jauh lebih panjang waktunya daripada hidup di dunia.
Hidup kekal bukan hanya hidup setelah kematian, tetapi saat ini yaitu hidup berdasarkan nilai2 kekal. Yang sementara tidak mendatangkan kebahagiaan sejati.


Tujuan kekal diciptakan Allah bagi orang2 percaya (saat penciptaan dan kelahiran baru) yaitu :

 1.       Mengenal Allah
Filipi 3:7-8 --> tujuan hidup Paulus sebelumnya : hebat, terkenal, punya kedudukan, tetapi itu semua  menjadi dianggap rugi (sampah) karena pengenalan akan Allah jauh melebihi semua itu.
Mengenal Allah ditunjukkan dengan :
a.       Pengetahuan yg bertambah tentang Allah
b.      Keintiman dengan Allah yang makin dalam
2 hal itu saling berkaitan. Keintiman harus berdasarkan pengetahuan yg benar, pengetahuan harus diikuti keintiman.

2.       Menjadi serupa dengan Yesus Kristus
Roma 8:29 à orang2 percaya ditentukan untuk menjadi serupa dengan Kristus.
Serupa Kristus = perubahan watak yang makin menyerupai watak Kristus. Seperti apa ? Contohnya adalah Buah Roh yang semakin nyata.

3.       Melaksanakan Amanat Agung
Matius 28:19-20 --> melaksanakan Amanat Agung = terlibat dalam menolong orang lain (memberitakan Injil dan memuridkan)


Ortu yang mengasihi anak adalah ortu yang menolong anak2nya untuk memiliki tujuan2 kekal itu dan memperjuangkannya.
Anak2 perlu ditolong dalam menjalani hidup yang wajar (sekolah, kerja, menikah,  dst), tetapi ortu harus membawa anak2 menjalani setiap hidup yg wajar itu dengan perspektif kekekalan (sekolah, kerja,  menikah harus ada hubungannya dalam pengenalan akan Allah, menolong menjadi serupa Kristus, dan melaksanakan Amanat Agung)

Ortu seringkali mengajar anak2 untuk mengejar hal2 yg sementara (contoh : cita2). Itu semua tidak salah, baik bila berkaitan dengan kekekalan. Ortu yg menekankan hal2 sementara dengan cara2 yang baik (contoh : menjadi dokter harus menolong orang miskin) itu baik tetapi bila tidak berhubungan dengan kekekalan, belumlah yang terbaik.

Bagaimana cara membawa anak2 pada tujuan2 kekal ?
Ibrani 11:23 --> Karena iman maka Musa lebih suka menderita karena kekayaan Mesir dianggapnya tidak berguna karena pandangan Musa sejak kecil (dalam didikan ortunya) diarahkan pada kekekalan.

Praktisnya :
1.       Dorong anak2 punya identitas sebagai anak Allah (teguh dan tidak butuh identitas apa2 selain sebagai Anak Allah - menjadi Anak Allah sudah cukup bagi dia)
 baca di SINI
2.       Mengajar secara bertahap tentang kehidupan dan hidup kekal --> secara pelan2 menanamkan tujuan2 kekal (melalui ibadah keluarga, pembicaraan sehari2, dll)
3.       Mengajar anak2 mengambil keputusan berdasarkan tujuan2 kekal (memilih sekolah, pekerjaan, PH, dll), dengan bertanya :
Apakah sesuai dng FT (tdk melanggar) ?
Apakah memuliakan Tuhan ?
Apakah membuat hidup makin kudus dan bertumbuh ?
Apakah membuat semakinmengasihi orang lain ?
Apakah menolong dalam melakukan Amanat Agung ?
4.       Ajak anak2 melihat bahwa setiap kejadian ada campur tangan Allah
Keberhasilan dan kegagalan adalah sarana untuk mengasah watak.
Teladan ortu --> ortu harus hidup pada tujuan2 kekal 
5.   Dorong anak2 bertumbuh secara rohani – dorong anak2 ikut PA, dsb


by : Mas Gun (dng sedikit tambahan dari saya)
(Resume : Menjadi Murid Sejati (Radio Immanuel 101.00 FM/www.jogjastreamers.com - Immanuel FM)

Rabu, 03 Agustus 2011

BUKTI CINTA ORTU KEPADA ANAK – Membangun Identitas Anak


Prioritas utama yang harus dibangun oleh ortu kepada anak2 adalah menolong Anak2 mengalami
keselamatan (baca di : SINI). Sekarang kita sampai di prioritas kedua, yaitu Membangun identitas diri 
anak.

Cekidot!

MEMBANGUN IDENTITAS ANAK
Identitas : berkaitan dengan siapa seseorang yang membedakan dengan orang lain, bukan hanya menyangkut nama, tempat tinggal, TB/BB, dst tetapi merupakan keseluruhan / totalitas yang menunjukkan ciri2 khusus seseorang yang menyangkut faktor2 biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu.
Tingkah laku = kebiasaan, sifat, karakter, watak.

Identitas seseorang begitu penting, kalo seseorang salah memahami identitasnya maka tingkah lakunya juga salah.
Ortu yang membangun identitas yang salah dalam diri anak2nya akan menghasilkan tingkah laku yang salah dari anak2nya. Ortu yang tepat dalam membangun identitas yang benar dalam diri anak2nya akan menuai tingkah laku yang benar dari anak2nya.

Contoh :
  Seorang anak yang sejak kecil ditekankan ortunya bahwa  seseorang  berarti jika dia jadi juara, maka tingkah laku anak itu selalu diarahkan (anak itu secara langsung/tidak langsung juga akan mengarahkan tingkah lakunya) untuk menjadi juara supaya hidupnya berarti. Ketika tidak menjadi juara dia merasa tidak berarti. Padahal tidak ada orang yang bisa menjadi juara dalam segala hal. Kemampuan seseorang sungguh sangat terbatas. Akibatnya anak itu dalam hidupnya akan diliputi ketegangan, persaingan, sehingga tidak akan merasakan damai dan sejahtera.

Secara umum, identitas apa saja yang biasa dibangun dalam diri anak2 ?

1.       Berdasarkan fisik
Entah sadar atau tidak ortu memberi penghargaan kepada anak berdasarkan fisik. Yang tampan dan cantik lebih dihargai dari anak2 yang kurang secara fisik, disadari maupun tidak.
2.       Berdasarkan kepandaian
Ortu menekankan bahwa seseorang berarti kalo pandai, ortu merasa bangga jika anaknya pandai. Pandai diidentikan dalam hal menjadi juara kelas, pandai main musik, dll. Anak secara sadar atau tidak akan membangun nilai dirinya berdasarkan kepandaiannya.

3.       Berdasarkan kekayaan
Anak2 dibangun dengan pandangan bahwa seseorang berarti bila ia kaya. Kekayaan diidentikkan dengan punya rumah, punya uang, punya mobil, wisata ke luar negeri, dsb. Orang yang tidak punya itu semua dianggap tidak berharga.

4.       Berdasarkan kedudukan / jabatan
Ortu menekankan bahwa seseorang berarti bila punya jabatan/kedudukan yang dihargai orang lain. Kedudukan berkaitan dengan gelar akademik, gelar kebangsawanan, dll. Identitas dirinya dibangun berdasarkan kedudukan/jabatan.

Jikalau identitas anak didasarkan pada hal2 di atas, akan membuat anak2 menjadi pribadi yang rapuh karena semua hal itu tidak bersifat kekal. Di dunia saja semua itu bisa berubah. Sifatnya tidak kekal. Orang2 yang mendasarkan identitas dirinya pada hal2 itu akan diliputi ketegangan, persaingan, dan kekecewaan. Hal ini membuktikan bahwa identitas yang benar sangalah penting.

Bagaimana membangun identitas yang benar pada diri anak2 ?
Membangun identitas yang benar harus didahului dengan menolong anak menemui keselamatan (sudah kita bahas di SINI). Identitas yang benar dan sejati bagi anak2 adalah penegasan bahwa mereka adalah anak2 Allah. Ortu kemudian memberi peneguhan kepada anak2nya bahwa sebagai anak Allah dia sudah dibebaskan dari kuasa dosa sehingga tidak wajar lagi berbuat dosa.
Peneguhan lain bahwa sebagai anak2 Allah tidak perlu takut dalam menghadapi hidup karena Allah yang menjadi Bapa-nya terlibat secara aktif dalam setiap detil hidupnya. Anak2 tidak merasa takut ketika hal2 buruk terjadi bahkan saat ortu tidak bisa berbuat apa2 lagi karena dia yakin bahwa Allah menyertainya. Selain itu, sebagai anak Allah, anak2 perlu diteguhkan bahwa Allah Bapa-nya berdaulat secara utuh dan memiliki rencana yang kekal bagi hidupnya. Peneguhan semacam ini akan menolong anak2 tidak lagi mengejar kedudukan/jabatan atau hal2 yang lain karena Allah bisa memakai siapapun sesuai kehendakNya walaupun secara manusia dia nothing (tidak punya kedudukan, tidak pandai, tidak kaya, dst)
Ortu juga sangat perlu meneguhkan kepada anak2 bahwa segala apa yang mereka lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan, dan apabila mereka gagal itu baik bagi mereka untuk belajar.

Bagaimana caranya agar ortu mampu membangun identitas yang benar dalam diri anak2 nya ?
1.       Ortu harus mengajar kebenaran FT kepada anak2 (Dengan demikian, ortu harus belajar kebenaran FT setiap hari. Kalo tidak begitu, apa yang akan diajarkan dan diwariskan kepada anak2 ?)

2.       Ortu perlu menghubungkan anak2 dengan Bapa di Surga melalui ibadah (Mencakup ibadah pribadi dan secara komunal)



3.       Ortu perlu meyakinkan dan mengajar anak2 mengenai jaminan2 yang diberikan Tuhan (Terutama 5 jaminan utama : Jaminan Keselamatan, Jaminan Jawaban Doa, Jaminan Kemenangan atas Pencobaan, Jaminan Pengampunan Dosa, Jaminan Bimbingan Tuhan)
4.       Ortu perlu mengajar anak2 mengambil keputusan dengan bertanya kepada Tuhan.
5.       Ortu memakai setiap keadaan (gagal/berhasil) untuk menunjukkan identitas anak sebagai anak2 Allah (Ortu harus belajar untuk menyikapi setiap keadaan dari sudut pandang apa yang Tuhan mau ajarkan dari peristiwa ini)


(Live Streaming : Menjadi Murid Sejati, 1 Agustus 2011. Bp. Gunawan Sri H, dengan sedikit tambahan dari saya)

Senin, 01 Agustus 2011

BUKTI CINTA ORTU KEPADA ANAK – Menolong anak2 mengalami keselamatan


Cinta butuh pembuktian. Demikian juga cinta ortu kepada anak-anaknya. Nah, apa bukti cinta yang harus dinyatakan orang tua kepada anak2nya (khususnya dalam hal rohani) ?
Seri MENJADI MURID SEJATI akan membahas setiap minggunya mengenai bukti cinta ortu kepada anak2nya. Cekidot!

Sebagai ortu sering kali ditanya , “Apa yang akan diberikan kepada anak-anak ?”
Ortu yang baik akan menjawab : “Saya akan memberikan waktu terbaik, pendidikan terbaik, kegiatan yang membangun watak, dll.”
Jawaban2 itu tidak salah. Namun perlu dipikirkan tentang prioritas2 yang seharusnya disusun untuk anak2 kita.
Prioritas apakah yang perlu dilakukan sbg bukti cinta kpd anak2 :

A.   Menolong anak2 mengalami keselamatan
Mengapa ?
Karena  ;
a.    Keselamatan adalah perubahan status dari orang berdosa menjadi anak Allah, terpisah dengan Allah menjadi orang yang bersekutu dng Allah, dibebaskan dari belenggu dosa menjadi hamba kebenaran. Atau dengan kata lain, keselamatan adalah perubahan.
b.    Keselamatan adalah dibebaskan dari murka Allah yg kekal dan mendapatkan kepastian masuk ke Surga.
Menolong anak2 mengalami keselamatan adalah menolong anak2 memiliki kepastian masuk Surga, diubah dari bermusuhan dengan Allah menjadi hubungan yang intim dengan Allah. Keselamatan bukan hanya bicara tentang masuk Surga.
Markus 8:36  “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tapi kehilangan nyawanya ?”
Seluruh dunia = kekayaan, hikmat, kepandaian, dll. Apa arti memperoleh semua itu tetapi nyawanya hilang scr kekal (mendapat murka Allah) ?
Kita tidak tau sampai batas berapa umur anak2 kita, lalu apa gunanya memberikan hal2 seluruh dunia itu ?
I Yoh 3 : 6,9
Setiap org yg lahir dari Allah tidak akan terus-menerus berbuat dosa (doesn’t continue to sin). Karena punya benih Illahi. Org yg blm diselamatkan, hidupnya diperintah oleh dosa. Apapun pendidikan, pembinaan watak yg diberikan tidak akan membuat anak2 memiliki cara hidup yg baik dan berkenan kepada Allah. Diselamatkan artinya memiliki sifat2 baru yg membuat tidak terus berbuat dosa , kemampuan tidak berbuat dosa (punya benih Illahi).
Dilahirkan oleh Allah = menjadi anak2 Allah. Orang yang masih dikuasai dosa itu terpisah dr Allah, hidupnya tanpa keterlibatan dengan Allah.


Apa artinya memiliki seluruh dunia tapi tidak ada Pribadi yg menjamin ?


Roma 4 : 7-8
Tdk ada seorangpun yang lepas dari rasa bersalah dan luka2, kemarahan, kekecewaan, anak2 akan menimbun luka itu dan melukai anak2nya kelak. Ketika mengalami keselamatan, dosanya ditutupi, punya kemampuan untuk mengampuni orang2 yang membuat dia terluka. Menerima keselamatan juga berarti diampuni dan mengampuni.
Bagaimana caranya?
1.       Ortu sendiri harus orang yang sudah diselamatkan
Mengaku diri Kristen belum tentu diselamatkan, melayani belum tentu diselamatkan. Ortu yang hanya merasa diselamatkan akan terus saling melukai, dan terus berbuat dosa.
2.       Ortu perlu punya keterampilan bagaimana menjelaskan Injil kepada anak2.
a.   Belajar metode menjelaskan (pakai buku tanpa kata : hitam, merah, putih, kuning; buku hati manusia), ilustrasi jembatan.



b.  Sejak kecil anak2 diajak membaca Alkitab (lewat cerita2 Alkitab anak2 diajak mengambil keputusan terima Yesus)

c.       Ikutkan anak2 ke persekutuan, kebaktian rohani
d.      Mendoakan anak2 (Rm 10:1)
e.      Menunjukkan keseriusan dlm perkara rohani = bukan pelayanan dan perkataan rohani, tetapi cara hidup rohani yg ditunjukkan dengan permbicaraan bernilai rohani, ortu punya HPDT yg bisa dilihat oleh anak2.





Live streaming Menjadi Murid Sejati 25 Juli 2011(Bp. Gunawan Sri H)