Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 31 Maret 2011

Mother-Walk the Talk


25 Maret 2011
Hai para kekasih Allah !

2 minggu terakhir ini saya punya target buat selesai-in baca buku A Mother’s Heart nya Jean Fleming. Ini adalah buku Parenting yang pertama kali saya baca. Btw, tau gak knp tiba2 saya tertarik buat baca buku2 Parenting ? Ehem... pas CG Outing persekutuan pemuda di gereja saya 4-5 Maret lalu, saya disadarkan klo sebenarnya profesi seorang IRT Kristen itu muliaaaaa banget! (So, jangan malu menuliskan pekerjaan : Ibu Rumah Tangga ketika harus ngisi blangko, etc). Seorang IRT Kristen dipercaya oleh Allah untuk mengatur rumah tangganya agar suami dan anak2Nya merasakan kehadiran Allah di dalam rumah itu. Trus juga, seorang IRT Kristen juga dipercaya oleh Allah untuk mendidik manusia2 Illahi supaya semakin serupa dengan Kristus. Nah, sejak saat itu saya mau bergumul untuk jadi IRT kelak kalo saya dah punya anak (kalo Tuhan mengijinkan :>). 

Dari buku A Mother’s Heart itu saya dapet buanyaaakk hal yg penting banget dipahami oleh seorang Ibu Kristen. Sebenernya siy saya pengen menuliskan semua yang saya dapet, tapi bisa2 saya malah jadi nyalin buku krn semuanya penting :p

So, saya putuskan untuk membagikan 1 bab di buku itu : Mulailah dengan Diri Anda Sendiri (Bab 4)

Saya tergelitik waktu liat acara infotainment d tv (maklum, “pengacara” niy :p), yang waktu itu beritanya tentang seorang cicit mantan orang nomer 1 RI yang kesandung kasus narkoba, sebut aja P. Nah, bbrp taon lalu mamanya ternyata juga kena kasus yang sama n sempet masuk penjara. Pas diwawancarai, sang mama (MFN) bilang kalo dia udah peringatin anaknya supaya gak ikut2an narkoba dsb gt... Tapi kalo saya boleh bilang (maaf ya Bu MFN), mnrt saya seorang anak lebih banyak belajar dari teladan daripada perkataan ibunya. Mau peringatin sampe mulut berbusa tapi kalo ibunya aja gak menghidupi yang dia katakan (malah sebaliknya), sama aja Buuu... ;p

Saya kasih 1 contoh sederhana deh, seorang ibu yang nyuruh anak 10 taonnya berulang kali buat mandi sore tapi si ibu itu sendiri masih melotot di depan tv, apa anaknya juga mau nurut trus berangkat mandi ??!
Bicara soal teladan seorang Ibu, bab yang mau saya bagikan itu juga bicara hal yang sama. Tapi bab ini khusus bicara tentang teladan seorang Ibu dalam hal rohani.



Para wanita harus terlebih dulu “memperkuat jiwa mereka agar selanjutnya mereka dapat memperkuat jiwa anak2 mereka” (Billy Graham). Alkitab menyingkapkan agenda Allah dalam membuat suatu dampak rohani terhadap anak2 kita. Dalam Ulangan 6:6-7 Allah terlebih dulu memberitahukan kepada para orang tua, “Apa yang kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu...”. Allah menghendaki agar kita mulai dengan diri sendiri sebelum mengajar anak2 kita. 


Yesus sendiri menegaskan pentingnya melakukan dan mengajarkan ketika IA berkata :
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:19)

Perhatikan kata kunci ‘melakukan’ dan ‘mengajarkan’. Allah mengharapkan kita agar terlebih dulu menempatkan diri kita di bawah otoritas Firman-Nya sebelum kita mengajarkannya kepada orang lain. Firman Allah harus terlebih dulu memberi dampak dalam kehidupan kita, baru kemudian kita dapat membagikannya kepada anak2 kita. 

1 pertanyaan penting bagi orang tua : Apakah keadaan kita memberi dampak yang lebih besar daripada apa yang kita ajarkan ?
Alasan mengapa Allah berpegang teguh pada urutan melakukan terlebih dulu, kemudian baru mengajar :
1.       Allah memperhatikan pribadi
Kehidupan Kristen harus dimulai dan dikembangkan pada tingkat pribadi. Seseorang tidak menjadi Kristen dengan jalan dilahirkan dari orangtua Kristen, secara teratur pergi ke gereja, atau bergaul dengan orang2 “rohani”. Kelahiran baru terjadi melalui keputusan dan penyerahan diri yang dilakukan sekaligus pada tingkat pribadi. Allah memperhatikan saya sebagai seorang individu dan pada suatu hari Ia akan menghakimi saya sebagai seorang individu. Karena kita tahu bahwa kita akan berdiri di hadapan Allah, maka kita perlu melakukan refleksi dan evaluasi pribadi.
2.       Tujuan Allah : serupa dengan Kristus
Rencana Allah dari dulu sampai sekarang ialah agar manusia menjadi serupa dengan Dia. Serupa dengan Kristus merupakan tujuan Allah bagi kita Kita sedikit demi sedikit harus makin menjadi serupa Kristus dalam kehidupan batiniah dan karakter kita dan dalam nilai2 yang kita tunjukkan – dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Untuk ini, kita harus mulai dari diri kita sendiri.
3.       Kehidupan kita mempengaruhi orang lain
Manusia belajar dengan cara meniru Sungguh sangat mengecilkan hati apabila sifat2 negatif orangtua terus-menerus diperlihatkan dan ditiru oleh anak2nya. Namun, Allah sampai sekarang bekerja untuk memutuskan rantai kebiasaan yang merusak seperti itu.
4.       Memutuskan rantai
Allah senang mengembalikan keluarga pada arah yang baru dengan mengubah individu. Sekali kita menerima Kristus secara pribadi, kita telah memulai kehidupan sebagai seorang manusia baru. Sebuah mata rantai yang baru dapat dimulai dengan kita, dengan anak2 kita, dan dengan cucu2 kita.
                So, kita harus berubah, dan kita harus mulai dari diri sendiri.

Ayoook para wanita single kepunyaan Allah kita rame2 memperkuat diri kita dulu secara rohani karena Allah kelak akan menitipkan tanggung jawab yang buuuessaaar buat kita as a Mother ^.^

Contoh praktisnya, ayooo berdisiplin buat menjalin relasi dng Allah melalui saat teduh. Kalo masi single aja kita masi bolong2, masih gak teratur waktunya, etc, gmn ntar klo dah merid n punya “buntut” ?
Lagi baca 1 ayat...eeh ngoooeeekk....si dede nangis krn pup, harus gantiin deh... Lagi merenungkan Firman, tau2 “Mama, mama, kuncilin lambut Chila donk (kuncirin rambut Chila donk)...” 




Susah kan ? Itu aja baru bayangannya, blom tau gmn ntar benernya à Buat pembaca blog ini yg dah merid n punya anak, ayoo share donk gmn mengatur prioritas spy relasi dng Tuhan ttp jd yang utama :)

Kunjungi juga blognya Yuliana Stolzfuz  ya, dia bahas banyaaak bgt ttg Hidden Woman. Lebih komplit plit plit dr yang ini :D




Tidak ada komentar:

Posting Komentar