Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 26 Agustus 2010

MENJADI SAKSI KRISTUS, MUNGKINKAH ?

Hati saya tergetar ketika saya membaca kisah-kisah tentang martir. Dalam sejarah kekristenan dunia, kita mengenal banyak sekali pengikut Kristus yang mati karena disiksa dan dianiaya. Orang-orang yang mati karena membela Kristus dan mempertahankan imannya dikenal sebagai martir. Sebagai contoh : Matius mati sebagai martir disembelih di Ethiopia, Yohanes direbus dan digoreng di atas sebuah panci panas tapi selamat dan dibuang ke Pulau Patmos, Bartolomeus mati sebagai martir dikuliti hidup-hidup, dan Andreas mati sebagai martir dengan disalib berbentuk X. Tidak ada yang mati dengan enak dan layak. Harus ada pengorbanan dalam menyatakan kasih kepada Kristus. Seperti disebutkan dalam Matius 16 :24 bahwa setiap orang yang mengikut Kristus harus mau menyangkal dirinya (Self-denial), memikul salib (Complete-dedication) dan mengikut Kristus (Willing-obedience).

Mungkin dalam hidup kekristenan kita selama ini, kita belum pernah dihadapkan secara langsung dengan pertanyaan “ Apakah engkau pengikut Kristus ?” Namun suatu saat, siap atau tidak, mau atau tidak mau, kita pasti akan dihadapkan dengan pertanyan seperti itu. Lalu, apa jawab kita? Siapkah kita menjawab “Ya, aku pengikut Kristus.” Atau kita malah akan menyangkal Tuhan kita? Siapkah kita untuk menjadi martir ?

Menjadi martir, suatu hal yang jauh sekali dan bahkan tidak pernah terbayang dalam benak kita selama ini. Ya, mungkin karena saat ini negara kita, kota kita, teman-teman kita, keluarga kita masih bisa menerima keberadaan kita sebagai orang Kristen. Namun, siapa dapat mengelak bahwa suatu saat nanti mereka akan memusuhi dan membenci kita sebagai pengikut Kristus. Mengapa? Karena dunia membenci Kristus, dan juga pengikutNYA.

Selama Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk menyatakan iman kita di tengah dunia ini, jadilah saksiNYA. Jadilah saksiNYA dalam hidup keseharian kita. Jadilah radikal untuk Kristus. Buatlah agar orang lain melihat hidup kita berbeda dari mereka. Hidup yang penuh kasih, pengampunan, tegas terhadap dosa, hidup yang berkualitas di setiap bidang yang Tuhan percayakan. Tidak lagi merasa nyaman dalam zona “abu-abu” meskipun ada harga yang harus dibayar untuk itu. Menjadi berkualitas di setiap bidang kita, di sekolah, kampus, pekerjaan dan pelayanan. Jangan sampai orang lain memandang rendah Pencipta kita karena mereka melihat betapa buruknya hasil studi dan kerja kita.

Saya begitu menyadari bahwa saya sendiri pun masih sering jatuh dalam dosa dan seringkali lupa untuk menjadi saksi Kristus, namun saya percaya apabila kita mau dipakai olehNYA, Tuhan pasti akan memberi kekuatan dalam menjalaninya. Meski sebagai manusia kita sering merasa kalah dengan godaan dunia untuk meninggalkan iman, tetapi bertahanlah dan mohon pertolongan dari Tuhan sendiri untuk memampukan kita menjadi saksiNYA. Ejekan, pandangan negatif, penolakan, permusuhan dari dunia kita jadikan sebagai latihan ujian iman sehingga kelak apabila kita dihadapkan dengan pertanyaan “Apakah engkau pengikut Kristus ?”, kita akan lebih siap dan dapat dengan lantang menjawab ““Ya, aku pengikut Kristus.”



Tuhan, Joan tau ketika Joan menulis ini, apa yang Joan tulis tidak hanya berlaku bagi yang membacanya tetapi juga berlaku bagi Joan sendiri. Joan tau hidup kekristenan tidak semakin mudah, namun Joan percaya Engkau tidak akan pernah sedetikpun meninggalkan anak-anakMU. Karena Engkau adalah Allah yang setia..

Rabu, 25 Agustus 2010

SEX IS NOT THE PROBLEM (LUST IS)… By : Joshua Harris

1. KEBENARAN TENTANG HAWA NAFSU
– Apa standar Allah ketika berbicara mengenai hawa nafsu ?
– Seberapa banyak hawa nafsu yang Tuhan izinkan dalam hidup kita ?
Jawabannya adalah :
“SEDIKITPUN TIDAK”
Efesus 5:3 : “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan diantara kamu…sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus.”

2. SEKS BUKAN MASALAHNYA
Apakah seks itu biologis atau dosa ?
Seksualitas dan dorongan seks manusia saling berkait dan terikat.
Yesus, Sang Anak Allah yang tak berdosa adalah sepenuhnya manusia. dan Ia adalah benar-benar seorang pria.
Kebenarannya : Yesus tidak datang untuk menyelamatkan kita dari kemanusiaan

Dorongan seksual tidak sama dengan hawa nafsu, contoh :
a. Bukanlah hawa nafsu untuk memperhatikan dan tertarik pada pria yang tampan atau wanita yang cantik.
b. Bukanlah hawa nafsu untuk memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan hubungan seksual.
c. Bukanlah hawa nafsu untuk menanti hubungan seksual di hari pernikahan.
d. Bukanlah hawa nafsu untuk mengalami keinginan seksual.
3. NATUR HAWA NAFSU
Hawa nafsu adalah sebuah sikap berhala dan ketamakan akan keinginan yang menolak aturan Allah dan mencari kepuasan yang terlepas dariNya. Hawa nafsu mencoba meraih apa yang Allah katakan tidak terhadap sesuatu
(Kel 20:17).
Hawa nafsu mengingini apa yang dilarang.

Apa yang menjadi sumber hawa nafsu kita ?
Keinginan jahat manusia (Yakobus 1:14)

Bagaimana Allah dapat menuntut tidak ada sedikitpun hawa nafsu padahal Ia menciptakan manusia dengan dorongan seks yang kuat ?
- Karena Ia tahu bahwa hawa nafsu tidak akan pernah tinggal pada taraf “sedikit saja”.
- Hawa nafsu mengingini hal-hal terlarang
Upah dari hawa nafsu :
Sebuah hawa nafsu yang berlanjut, yang mengingini lebih lagi”.
Di mana kelemahan kita ? Apakah pemicu hawa nafsu ?
- Ketika berbicara mengenai hawa nafsu, seringkali para pria yang dianggap memonopolinya.
- Kesalahpahaman terbesar mengenai pria adalah bahwa kaum pria memiliki masalah hawa nafsu yang lebih besar daripada kaum wanita
Kebenarannya, hawa nafsu pria lebih nyata karena berorientasi pada hal-hal visual, tetapi tidak selalu lebih berdosa.

Apakah hawa nafsu pria yang tampak nyata itu lebih buruk daripada hawa nafsu wanita yang lebih halus dan tersembunyi ?
Semua hawa nafsu adalah buruk

Bagaimana pria dan wanita berbeda ?
Beberapa hal yang membedakan pria dan wanita dalam hal seksual, antara lain :
- Keinginan seksual pria lebih bersifat fisik, wanita lebih kepada kerinduan emosional
- Seorang pria umumnya diciptakan sebagai inisiator dan terangsang secara visual.
- Wanita dirancang sebagai yang merespon secara seksual dan terangsang oleh sentuhan.
- Seorang pria diciptakan untuk mengejar dan melakukan rangsangan.
- Seorang wanita diciptakan untuk ingin dikejar dan menemukan bahwa dikejar adalah sesuatu yang menggairahkan.

Bagaimana pria dan wanita dapat saling menolong ?
Sangat tidak dianjurkan bahwa pria dan wanita (yang belum terikat pernikahan) membicarakan mengenai hawa nafsu bersama.

Untuk pria
Kaum pria dapat menolong saudari-saudari dengan beberapa cara sbb :
a. Mengetahui dan menyadari beberapa pertanyaan spesifik mengenai seksualitas wanita
– Keinginan wanita berupa kerinduan emosional
– Terangsang oleh sentuhan
– Bergairah karena dikejar
b. Jangan menghindari saudari-saudari itu.
c. Berdoa bagi saudari-saudari

Untuk Wanita
Kaum wanita dapat menolong saudara-saudara untuk melawan hawa nafsu dengan :
a. Menjadi sadar akan betapa pekanya mereka terhadap tubuh anda
b. Meminta Allah untuk membantu anda.
c. Berpakaian sopan
Perhatikan antara “berpakaian menarik” dan “berpakaian untuk menarik”.

4. STRATEGI UNTUK PERUBAHAN JANGKA PANJANG
a. Pejuang yang sendirian adalah pejuang yang mati.
~ Perlunya akuntabilitas
~ Tujuan akuntabilitas
b. Buatlah diri anda akuntabel
Akuntabilitas menurut Alan Medinger:
Sebuah hubungan dimana seorang Kristen memberi izin kepada orang percaya lain untuk melihat ke dalam hidupnya, dengan tujuan mempertanyakan, menantang, memperingatkan, memberi nasihat, mendorong serta menyediakan masukan dalam cara yang akan menolong individu tersebut hidup menurut prinsip Kristen yang mereka berdua pegang.
c. Orang seperti apakah yang dicari untuk sebuah akuntabilitas ?
~ Pria/wanita dengan keinginan yang sama.
~ . Pria/wanita yang takut akan Tuhan .
~ .Pria/wanita yang dapat dipercaya. .


Kebohongan spesifik yang dikatakan oleh keinginan yang penuh dosa kepada diri anda:
1. Nafsu bukanlah masalah besar
kebenaran:
Ayub 31:11-12 - hawa nafsu adalah api yang memakan habis dan menghanguskan.
2. Mengambil tindakan yang radikal terhadap dosa tidak perlu
kebenaran:
Matius 5:29-30 - lebih baik jika satu dari anggota tubuh binasa daripada dengan utuh masukneraka.
II Timotius 2:22 - jauhi nafsu orang muda, mengejar kasih, kesetiaan,
3. Allah tidak keberatan dengan sedikit kompromi kebenaran:
Kolose 3:5-6 - mematikan segala sesuatu yang duniawi(percabulan, kenajisan,hawa nafsu,dsb)
4. Ini adalah tubuh saya, saya dapat melakukan apa saja yang saya mau dengannya kebenaran:
I Korintus 6:18-20 - muliakanlah Allah dengan tubuhmu
5. Saya tidak dapat mengendalikan dorongan seks saya
kebenaran:
I Tesalonika 4:3-6 - hidup dalam pengudusan dan penghormatan, bukan dalam keinginan hawa nafsu.
6. Saya tidak akan mengalami konsekuensi apa-apa jika terus berada dalam hawa nafsu saya
kebenaran:
Roma 14:12 - Setiap orang akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
7. Kenikmatan yang dijanjikan oleh hawa nafsu lebih baik dan lebih nyata daripada kenikmatan Allah
kebenaran:
Mazmur 16:11 - Dalam Tuhan ada sukacita berlimpah dan nikmat senantiasa.
8. Memenuhi hawa nafsu akan memuaskan saya
kebenaran:
Amsal 19:23 - Takut akan Allah mendatangkan hidup, puas tanpa ditimpa malapetaka.
9. Terlalu banyak kesucian akan menghalangi saya untuk melihat keindahan
kebenaran:
Matius 5:8 - Berbahagialah orang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah.

Selasa, 24 Agustus 2010

READING IS MY LIFE STYLE!

Membacakan buku cerita kepada anak sebelum mereka tidur terbukti memiliki manfaat yang sangat besar bagi masa depan anak-anak. Membacakan buku kepada anak akan dapat menumbuhkan minat baca dalam diri anak sehingga kelak si anak pun akan memiliki kebiasaan / gaya hidup membaca ketika mereka besar.

Selain itu, dengan membacakan buku kepada anak secara teratur akan menambah perbendaharaan kata yang akan sangat berguna bagi akademis dan sosialisasi anak. Tentunya buku yang dibacakan pun harus sesuai dengan perkembangan usia dan kemampuan berpikirnya. Ketika masuk usia sekolah, terbukti bahwa anak-anak yang dibacakan buku secara teratur oleh orangtuanya akan memiliki kemampuan menyerap pelajaran yang lebih baik. Di samping itu, kedekatan hubungan emosional antara anak dengan orang tua pun akan semakin erat.

Membacakan buku kepada anak meskipun mereka sudah bisa membaca sendiri akan memberi dampak positif yang luar biasa bagi anak-anak. Hanya dengan 1 kebiasaan sederhana. Maukah kita sebagai calon Papa dan calon Mama rela meluangkan waktu untuk membacakan buku kepada anak-anak yang Tuhan titipkan kelak?


Awalilah dari diri kita sendiri lebih dulu, cintailah buku dan jadikan membaca sebagai gaya hidup.

Selamat membaca! ^_^

Senin, 23 Agustus 2010

SINGLE LIFE MISSION ACCOMPLISHED ???


Bagi saya secara pribadi, jawaban judul di atas : NOT YET
 Hehe...ya memang belum dan saya sadar bener klo single life mission saya belum selesai. Hmm.... Tuhan mengenal saya lebih dalam dari siapapun, jadi DIA tau apakah saya sudah accomplish my single life mission atau belum sehingga DIA akan mempertemukan dengan PH saya menurut waktuNYAJ
Menurut saya, masa2 single life (catatan : bukan hanya dalam artian “belum menikah”, “menanti tanggal nikah”, dll bahkan “belum punya bayangan calon PH sekalipun” :p) adalah masa yang Tuhan anugerahkan buat para single (pria dan wanita) untuk menikmati hidup single-nya dan melayani DIA dengan optimal (bukan berarti klo udah gak single =  gak bisa melayani dengan optimal :p).

So, kalo gt apa yang bisa dilakukan dalam masa2 single life ini ?
Dari pergumulan saya, artikel, buku2 ttg man and woman relationship, dan sharing pergumulan beberapa saudari, saya merangkum setidaknya ada 4 hal yang bisa dilatih dalam masa2 single life. Saya tulis “setidaknya” karena daftar ini bisa ditambah lagi sesuai keadaan masing2 pribadi :)
  1. Jalin keintiman dengan Tuhan
Keintiman dengan Tuhan saya taruh di posisi nomor satu krn sangat sangat sangat penting. Kalo ketika single saja pria dan wanita gak bisa merasakan keutuhan sejati dalam Tuhan, setelah menikah pun tidak akan bisa merasakan keutuhan yang sejati. Jangan berharap bahwa dengan berpasangan akan membuat pria dan wanita merasa utuh (nancep ke saya :p) Keutuhan sejati hanya ditemukan di dalam Sang Pencipta. Klo dipikir2, pasangan adalah orang “asing” dalam hidup kita, dan pasangan tidak lebih mengenal kita drpd Tuhan, Sang Pemilik Hidup. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan keutuhan di dalam hubungan dengan manusia ? Keutuhan sejati hanya didapatkan ketika pria dan wanita menjalin keintiman dengan Tuhan.
Contoh praktisnya kenapa masa2 single life ini masa terbaik untuk menjalin keintiman dengan Tuhan itu begini :
Klo di masa single saja pria dan wanita masih berantakan bersaat teduh (terutama dalam hal waktu), coba pikirkan gimana nantinya saat sudah menikah. Saat masih single, waktu 24 jam adalah waktu yang diberikan Tuhan buat para single seutuhnya. Klo sudah menikah, waktu itu jadi milik berdua (bertiga, berempat, dst klo dah ada “buntut”:p). Saat masih single, ketika bangun tidur bisa langsung bersaat teduh tanpa beban. Tapi klo sudah menikah, si wanita setelah bangun tidur harus segera nyiapin sarapan buat suami sebelom berangkat kerja,  si pria harus bantu nyiapin anak2 ke sekolah / bantu asuh anak, dan bermacam kerepotan lain.
Klo dalam masa single life saja para single gak bisa berdisiplin saat teduh, jangan harap setelah menikah hal itu akan jadi lebih mudah.
So, mari berdisiplin saat teduh :)

  1. Menundukkan hidup pada ke-Tuhan-an Kristus
Hidup yang tunduk pada Kristus mencakup banyak aspek dalam hidup, salah satunya yaitu ttg hubungan pribadi dengan Tuhan yang sudah saya bahas di no 1. Aspek lain ke-Tuhan-an Kristus antara lain penggunaan uang, pemanfaatan waktu luang, masalah hobi, kepuasan pribadi, penggunaan hak milik, pekerjaan, pergaulan, dsb. Ke-Tuhan-an Kristus mencakup aspek hidup secara menyeluruh.
Klo dalam masa single life saja pria dan wanita tidak bisa menundukkan diri kepada Kristus dalam aspek-aspek hidupnya, setelah menikah pun bukan berarti langsung bisa. “Tidak bisa” disini bukan berarti tidak berhasil menundukkan diri, tetapi artinya tidak ada kerinduan untuk menyerahkan hidup dan mau diatur oleh Tuhan yang berdaulat dalam hidupnya serta melatih diri untuk tunduk pada Kristus melalui hal2 kecil. Bagi wanita, klo saat single saja tidak bisa tunduk kepada Kristus, sulit baginya untuk tunduk pada suami seperti yang Firman Tuhan katakan (cat : bukan berarti ke-Tuhan-an Kristus tidak berlaku bagi kaum pria :p).

Contoh praktisnya begini, dalam hal penggunaan uang. Kalo saat single saja tidak menyadari bahwa uang adalah milik Tuhan yang harus dikelola dengan baik, merasa bahwa uang adalah milik “si aku”, sehingga membelanjakan sesuai keinginan dan bukan kebutuhan. Setelah menikah, pria dan wanita tidak akan bisa menyatukan harta milik, dan yang ada hanyalah “uangmu dan uangku”, bukan “uang kita” (padahal dalam pernikahan, arti satu tubuh juga meliputi satu kepemilikan harta) yang seharusnya dikelola bersama sesuai yang Tuhan mau.
So, mari menundukkan diri pada ke-Tuhan-an Kristus :)

  1. Mengaku dosa secara jujur dan segera kepada Tuhan
Tuhan yang kita sembah memanglah Allah yang Maha Tahu, DIA pun tau ketika kita berdosa. Namun, DIA ingin pengakuan dosa secara jujur dari kita. Saat menjalani hidup single, mari pria dan wanita kekasih Allah melatih diri untuk mengaku dosa secara jujur dan segera kepada Dia :) Mengaku dosa bukan hanya berarti bahwa kita tidak mampu mengatasi dosa2 itu, tetapi supaya kita tidak merasa diri benar dan lebih baik dari orang lain. Mengaku dosa kepada Tuhan melatih pria dan wanita untuk merendahkan hati dan megesampingkan ego untuk mengakui kesalahan di hadapan manusia.
Kalo kepada Tuhan yang Maha Tau saja tidak bisa jujur, apakah pria dan wanita bisa jujur mengakui kesalahan di hadapan manusia ?
Banyak pernikahan yang hancur karena sama2 merasa diri benar, tidak mau mengakui kesalahan, dan mempertahankan ego masing-masing (
So, mari berdisiplin mengaku dosa :)

  1. Melayani Tuhan dengan lebih efektif dan optimal
Sekali lagi saya katakan bahwa bukan berarti setelah menikah tidak bisa melayani dengan efektif. Namun, memang ada perbedaan antara melayani ketika masih single dan sudah menikah, salah satunya dalam hal waktu. Seperti halnya dalam bahasan nomor 1 ttg menjalin keintiman dengan Tuhan, waktu yang diberikan Tuhan bukan lagi waktu utuh buat pria dan wanita. Ada seseorang (dua orang, tiga orang dst :p) lain yang jg memerlukan waktu kita.
Saya salut dengan beberapa wanita yang saya kenal yang bisa membagi waktunya dengan baik untuk keluarga, pekerjaan, pendidikan anak, dan pelayanan. Mereka bukanlah orang2 pengangguran, jam mereka sehari-hari cukup disibukkan oleh pekerjaan dan kepentingan anak (menyiapkan makanan, menemani bermain, mengantar-jemput sekolah&les, dll). Namun, mereka masih bisa melayani dengan efektif, masih bisa persiapan pelayanan, dsb :)

Saya terpikir untuk menuliskan dan membagikan tulisan ini karena pergumulan saya dan beberapa saudari akhir2 ini. Kiranya jadi berkat buat smua yang membacanya, especially para single :D

Minggu, 22 Agustus 2010

ABUSING DATING RELATIONSHIP

Benarkah cemburu itu tanda cinta ?
Apakah teman wanita kita sering menangis dan sangat sedih dalam hubungannya dengan kekasihnya ?
Apakah kekasih teman wanita kita menyatakan cintanya di awal hubungan mereka ?
Apakah mereka berbicara lewat telepon beberapa kali sehari ?
Apakah teman wanita kita menjadi penuh rahasia sejak ia menjalin hubungan dengan kekasihnya ?
Apakah teman wanita kita begitu menderita kapanpun ia berpisah dengan kekasihnya ?


WASPADA ! Bisa jadi teman wanita kita itu menjadi salah satu korban Abusing Dating Relationship .

Abusing Dating Relationship atau kekerasan dalam pacaran didefinisikan sebagai penggunaan dengan sengaja taktik kekerasan dan tekanan fisik untuk mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan dan kontrol terhadap pasangannya.

Ada 3 kata kunci dalam definisi di atas : dengan sengaja, kekuasaan dan kontrol.
Dengan sengaja--> dilakukan secara sadar
Kekuasaan dan kontrol --> termasuk kontrol secara samar-samar untuk membuat pasangannya tetap bersamanya.




Tingkatan dalam kekerasan

a. Kekerasan Verbal dan Emosional
Mitos yang paling umum adalah bahwa seseorang belum dikatakan mengalami kekerasan jika tidak ada memar, mata biru, atau tanda2 fisik lainnya. Kenyataannya, statistik menunjukkan bahwa sebelum kekerasan fisik, selalu ada sejarah kekerasan verbal dan emosional.
Tanda-tanda kekerasan verbal dan emosional : sang pria selalu mengecek keberadaan pasangan lewat HP ; sang pria memonopoli waktu pasangannya ; sang pria ”mengisolasi” pasangannya dari keluarga dan teman2 ; sang pria terlalu cepat dalam menyatakan cinta ; rasa cemburu ; posesif dan kontrol.
b. Kekerasan seksual
Tanda-tanda kekerasan seksual : perkosaan di bawah umur ; sentuhan yang tidak diinginkan ; ciuman yang tidak diinginkan.

c. Kekerasan fisik
Tanda-tanda kekerasan fisik : sang pria memukul, menampar, menekan, mendorong ; sang pria berlaku kasar (walaupun sering secara tidak langsung atau dengan alasan hanya bermain untuk mempererat hubungan) ; menahan (merangkul dengan mencengkeram).



Sumber : But I love him (Dr. Jill Murray)


Secara khusus saya pribadi ingin berfokus untuk membahas mengenai kekerasan verbal dan emosional karena kekerasan seperti itulah yang seringkali dialami namun tidak disadari. Seperti yang telah disebutkan di atas mengenai tanda-tanda kekerasan verbal dan emosional, yaitu : sang pria selalu mengecek keberadaan pasangan, memonopoli waktu, cemburu dan posesif, dsb.

Saya rasa cukup biasa bahwa dalam hubungan berpacaran seringkali sang pria menelepon atau selalu mengirim sms kepada pacarnya sekedar untuk menanyakan keberadaan dan kegiatan yang sedang dilakukan, namun menjadi hal yang tidak biasa apabila sang pria mulai membatasi siapa yang boleh menelepon dan mengirim sms kepada pacarnya. Bahkan sang pria menjadi marah apabila dalam waktu beberapa menit pacarnya tidak segera menjawab atau membalas pesannya. Pernahkan anda menemui kejadian semacam ini ?

Hal yang kedua yang juga seringkali tidak disadari adalah bahwa sang pria memonopoli waktu pacarnya. Betapa romantisnya kalau seorang pria mengatakan bahwa sepanjang waktu ia ingin berada bersama pacarnya. Namun bukankah di dalamnya tersirat maksud bahwa sang pria “mengekang” pacarnya dan membatasi waktu pacarnya untuk beraktivitas dengan teman-temannya ?

Benarkah cemburu itu tanda cinta ? Saya rasa dalam batas kewajaran cemburu bisa diartikan tanda cinta, karena keinginan mendasar dari rasa cinta adalah ingin memiliki. Namun yang perlu diwaspadai adalah bahwa sang pria mulai membatasi dengan siapa pacarnya bergaul, hanya memperbolehkan pacarnya berbincang dengan teman wanita saja, dan menatap dengan tatapan mengancam untuk menguasai pacarnya.

Hal lain yang sering menjadi taktik ampuh kekerasan verbal dan emosional adalah sang pria menyatakan cinta terlalu cepat, bahkan di awal perkenalan mereka. Wanita, diciptakan dengan kebutuhan bahwa ia merasa disanjung dan dihargai bila dicintai dan “dikejar” oleh pria. Pernyataan cinta yang terlalu cepat oleh pria membuat sang wanita hanyut dalam keromantisan belaka tanpa menyadari bahwa ia sedang ”diikat”.

Tulisan ini saya buat bukan untuk menyudutkan kaum pria, tetapi hanya untuk membukakan mata kita mengenai Abusing Dating Relationship. Jangan sampai kita menjadi pelaku atau salah satu korbannya. 

OERANG2 DJAMAN DOELOE

Saya terseyum geli ketika memikirkan hal-hal yang akan saya tulis di bawah ini, tapi juga membuat saya berpikir untuk men-share-kannya di sini.

Tiba-tiba saya teringat pada masa kecil saya yang sebagian besar juga dihabiskan di rumah nenek saya. Saya teringat akan beberapa perkataan nenek saya kalo ingin menasehati saya, dan hal ini saya tau tidak hanya dilakukan oleh nenek saya, tetapi juga hampir semua "orang jaman dulu"(= untuk sebutan orang-orang yang seumuran dengan nenek saya..=p).

Yang pertama, saat kecil saya termasuk anak yang susah makan, dan kalaupun mau makan pasti saya menyisakan nasi saya dan membuangnya. Melihat hal itu, nenek saya selalu mengatakan "Jangan buang-buang makanan, nanti ayam tetangga ketawa".

Lhoh? Apa hubungannya antara saya membuang nasi dan ayam tetangga yang tertawa? Oh saya tau, kalo saya membuang sisa nasi saya, pasti akan dimakan (bahasa jawa : ditutul) sama si ayam tetangga dan ayam itu jadi senang.

Lain halnya kalo minta jajan sama nenek saya waktu hari sudah malam, nenek saya pasti akan bilang "Hus, dah malem ndak usah jajan, uangnya sudah tidur."
Waktu situ saya cuma bisa percaya kalo uang juga tidur kalo sudah malam (polosnya saya...;p). Tapi sekarang saya tau kalo maksud nenek saya mengatakan itu adalah sudah malam jangan keluar uang lagi, toh sebentar lagi akan tidur.

Hal lain lagi, waktu saya masih kecil saya suka duduk di atas bantal kalo di tempat tidur. Melihat saya seperti itu, nenek saya (lagi-lagi...) bilang, "Jangan duduk di atas bantal, nanti pantatnya bisulan".


Lhoh? Apa lagi hubungannya antara saya duduk di atas bantal dengan pantat saya jadi bisulan? Ternyata maksud nenek saya itu begini : Duduk di atas bantal itu tidak sopan, karena bantal itu untuk tempat kepala. Dan lagi-lagi sekarang ini saya tersenyum mengingatnya=p

Contoh lain lagi yang saya masih ingat, 2 nasehat waktu saya menyapu lantai. Yah namanya anak kecil masih belajar menyapu, tentu belom terlalu bersih. Nenek saya selalu berpesan "Kalo nyapu yang bersih, kalo ndak bersih nanti dapet suami brewokan.."

Hahahaha...waktu kecil saya berpikir orang laki-laki brewokan itu jelek, terkesan galak dan kejam, jadi saya jadi takut kalo punya suami brewokan=D
Maksud nenek saya itu kalo menyapu harus bersih biar jadi terbiasa sampai besar...begitu ternyata..
Satu hal lagi yang masih berkaitan dengan menyapu lantai, nenek saya bilang, " Kalo nyapu jangan berhenti di tengah jalan, nanti kalo udah gede dilamar orang juga berhenti di tengah jalan..."
Dan lagi-lagi saya jadi tau maksud perkataan nenek setelah saya agak besar, maksudnya kalo mengerjakan sesuatu jangan berhenti di tengah jalan, mengerjakan sesuatu harus sampai tuntas.

Kira-kira cuma beberapa hal ini yang saya masih ingat sampai sekarang, yang lain lagi sudah hilang tergerus modernisasi jaman :)

Dari sini saya jadi berpikir bahwa sebenarnya nasehat-nasehat tadi itu benar dan berguna untuk saya sampai saya dewasa..tapi kalo saya berhak untuk menyalahkan, yang salah bukan nenek saya dan “orang2 jaman dulu” lainnya tetapi cara mereka dalam menasehati.
Kenapa tidak mengatakan maksudnya secara langsung saja tetapi malah menggunakan "kebohongan-kebohongan kecil" yang membuat anak jadi takut.

Yah..itulah "orang2 jaman dulu".. tapi lepas dari itu semua saya salut dengan "orang2 jaman dulu", mereka benar-benar menanamkan pendidikan moral dan pekerti yang baik dan tentunya berguna bagi anak-anaknya, walau mungkin cara mengatakannya kurang benar;p
Sebagai generasi penerus, bagaimana dengan kita ? Apakah kita juga akan melakukan hal yang sama kelak pada anak-anak kita? Menasehati dengan sedikit memberikan "kebohongan". Hanya kita yang bisa menjawabnya.

Sabtu, 21 Agustus 2010

K-A-S-I-H

Arti KASIH ternyata begitu dalam bila dilihat secara praktis untuk kehidupan sehari-hari, sulit untuk kita mengucapkan “aku mengasihimu” tetapi sangat sulit untuk melakukan kasih yang sebenarnya menurut standar ALLAH.

Dasar : I Korintus 13 : 4-7
1. Kasih itu sabar (kesabaran) – mengasihi itu sabar dalam menghadapi ketidakmengertian orang lain; sabar dalam menantikan perubahan sifat dan sikap orang lain; sabar untuk terus mendoakan orang lain.

2. Kasih itu murah hati (kemurahan) – mengasihi berarti mau berbagi materi, terutama berbagi hidup ; mengasihi dengan melakukan hal-hal kecil yang terlihat biasa namun berarti bagi orang lain; murah hati untuk tetap dapat menunjukkan kebaikan walau setelah disakiti.

3. Kasih itu tidak cemburu (tulus) – mengasihi berarti tidak iri akan kehidupan orang lain; tulus untuk tidak berprasangka; tidak berpikiran negatif ; mengasihi berarti tulus untuk percaya.

4. Kasih itu tidak memegahkan diri (rendah hati) – mengasihi itu berarti mau memberi pujian; mendahului dalam memberi hormat; tidak merasa diri paling benar; mengasihi itu mau menerima koreksi.

5. Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan (sopan santun) – mengasihi itu tidak membicarakan keburukan orang lain; menjaga diri dari kata-kata negatif dan umpatan; mengasihi berarti menjaga kehormatan orang lain.

6. Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri (mencari keuntungan orang lain) – mengasihi itu tidak egois; mengasihi itu tidak memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi; mengasihi berarti mau menyingkirkan kesenangan pribadi sejenak untuk orang lain.

7. Kasih itu tidak pemarah (mengendalikan diri) – mengasihi itu berarti tidak “membiarkan” ; mengasihi itu tidak ngomel2; tidak pemarah namun mampu memahami kenapa seseorang bisa bertindak demikian.

8. Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain (keep no records of wrong) – mengasihi itu tidak mengungkit-ungkit kesalahan orang; tidak dendam; tidak menghakimi; tidak memojokkan.

9. Kasih itu tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran (adil) – mengasihi berarti mau ditegur dan menegur; adil untuk melakukan kebaikan tanpa dipengaruhi mood.

Gampang menuliskannya, butuh perjuangan untuk melakukannya ^^

Kuncinya :
Mengalami dahulu kasih ALLAH secara pribadi
Lakukan sekarang dan bukan nanti !

LADY IN WAITING

Lady in waiting bukanlah tentang bagaimana menemukan pria yang tepat, tetapi tentang bagaimana menjadi wanita yang tepat.
10 kualitas wanita saleh yang ditemukan dalam kitab Rut :

1. Wanita dengan penyerahan tanpa ragu (Rut 1: 16-17)
- Seorang wanita tidaklah lahir sebagai seorang wanita. Ia tidak pula menjadi wanita saat ia menikahi seorang pria, mengandung seorang anak dan mencuci pakaiannya, bahkan tidak juga waktu ia bergabung dengan gerakan pembebasan kaum wanita. Seorang wanita menjadi seorang wanita saat ia menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan baginya.
- Rut harus meninggalkan hal-hal yang akrab dan nyaman baginya, agar ia dapat menerima yang terbaik dari Allah di dalam kehidupannya.
- Allah mengetahui bahwa anda tidak dapat menjadi utuh sampai anda benar-benar mengerti bahwa anda utuh di dalam Yesus. Hanya wanta lajang yang mengerti arti menjadi utuh di dalam Kristus sajalah yang cukup matang untuk menjadi seorang penolong.

2. Wanita yang rajin (Rut 2 : 2)
- Daripada tinggal di rumah mengkhawatirkan lagi satu hari Sabtu malam “tanpa kencan”, sadarilah bagaimana berharganya waktu yang telah dipercayakan kepadamu pada titik kehidupanmu saat ini. Daripada menolak begitu banyak jam-jam kesendirianmu, rangkullah waktu-waktu itu sebagai suatu hadiah dari Allah – satu paket yang berisi kesempatan-kesempatan untuk melayaniNya.Kesempatan yang hanya dapat dibatasi oleh kekurangtaatanmu dan rasa mengasihani diri sendiri.
- Kehidupan itu memuaskan hanya jika anda dengan rajin melayani Tuhan, apa pun keadaanmu.

3. Wanita yang beriman (Rut 1 : 8-9)
- Jika Tuhan ingin memberimu seorang pria, Ia tidak memerlukan usaha pandaimu membuat “perjumpaan tak direncanakan”. Pengharapanmu tidak dapat diletakkan di suatu masa depan yang diimpikan. Pengharapanmu haruslah dalam Allah yang mengetahui masa lalu, masa kini dan masa depan. Allah yang cukup mengasihi anda untuk memberi anda yang terbaik.

4. Wanita yang penuh kebajikan (Rut 2 : 10-11)
- Pernikahan yang didasarkan hanya pada kecantikan lahiriah dapat membawa pada imoralitas dan akhirnya, perceraian waktu muncul sesosok tubuh yang lebih menarik lagi.
- Allah ingin agar setiap pria dan wanita mengembangkan kehidupan batiniah mereka agar melewati tahun demi tahun dan pudarnya keindahan lahiriah, kasih mereka tetap makin dalam bertumbuh.

5. Wanita yang penuh pengabdian (Rut 2 : 12)
- Allah merindukan anda untuk datang kembali “ke dalam taman” dan berjalan dengan Dia dalam persekutuan yang lengkap. Inilah keutuhan pengabdian.
- Versi dunia mengenai cinta adalah sesuatu ke mana mereka ingin “jatuh ke dalamnya”, sementara “cinta sejati” luput dari mereka. Cinta sejati hanya dapat ditemukan dalam pengabdian yang tidak teralihkan kepada Yesus Kristus.
- Sebagai seorang wanita, anda telah diciptakan dengan keinginan untuk dikenal – tidak hanya secara fisik atau secara umum, tetapi dikenal secara mendalam dan dikasihi secara intim. Jika anda berharap seorang pria akan satu hari mengisi kerinduan hatimu akan keintiman, anda akan kecewa. Allah mengenal kerinduanmu yang mendalam akan kasih yang intim.

6. Wanita yang murni ( Rut 3 : 7)
- Anda tidak dapat bersetubuh dengan seorang pria dan tetapi tidak tersentuh secara emosi, bagaimanapun kerasnya anda berusaha. Karenanya, jika Allah tahu bahwa pria yang anda pikir anda cintai itu tidak dapat menjaga hatimu, maka Ia tidak mau anda memberikan bagian mana pun dari diri anda kepadanya.
- Seseorang akan merasakan kesakitan rohani yang akut dan keterpisahan dari Allah waktu terlibat dalam seks di luar pernikahan, tetapi bahkan mungkin tidak menyadari bahwa hubungan seks di dalam pernikahan itu begitu menyatukan dan menguntungkan secara rohani.

7. Wanita yang memiliki rasa aman (Rut 3 : 10-11)
- Seorang wanita yang merasa tidak aman, dunianya berpusat pada sesuatu atau seseorang yang dapat hilang atau diambil.
- Pria yang anda nikahi tidak dapat memenuhi kebutuhanmu akan rasa aman, hanya kasih Allah yang memberimu rasa aman.

8. Wanita yang puas (Rut 3 :11)
- Jika anda saat ini tidak puas sebagai seorang wanita lajang, di masa yang akan datang anda pasti tidak akan puas sebagai seorang yang menikah.
- Dari mulanya, yang menjadi kesulitan adalah seorang wanita tidak mendengarkan Sang Wasit tetapi mencoba meraih kehidupan sesuai dengan syarat-syarat yang dibuatnya sendiri.

9. Wanita yang penuh keyakinan (Rut 1 : 16-17)
- Anda tidak dapat membuat pilihan-pilihan yang baik tanpa keindahan alkitabiah yangs epatutnya. Janganlah dengan ceroboh menyerahkan standar anda dalam kencan / berelasi kepada kebetulan.
- Wanita yang penuh keyakinan memebrikan izin pada Tuhan untuk memperbaharui pikirannya setiap hari.

10. Wanita yang sabar (Rut 2:23)
- Waktu anda menikah, anda sedang memilih berkat atau kutuk bukan hanya bagi dirimu sendiri, anda memilih bagi generasi setelah anda. Jika anda memilih untuk menanti pangeranmu dengan sabar, anda akan diberkati dengan warisan yang akan dibawa oleh pangeran itu.
- Pernikahan itu baik tetapi jangan tertipu dan salah mengira bahwa itu adalah Surga. Dengan sabar nantikanlah yang terbaik dariNya.

Kamis, 19 Agustus 2010

KEKUATIRAN

Kuatir, siapa sih manusia di dunia ini yang belum pernah kuatir ? Dari sejak manusia dilahirkan, kekuatiran jadi satu masalah yang terus ada sampai manusia berpulang.

Seorang anak kecil usia batita menangis saat dia tidak melihat ibunya atau saat ibunya berada jauh dari dia. Sebenarnya dia merasa kuatir ibunya meninggalkan dia,tetapi tidak bisa terungkapkan. Saat masuk usia sekolah, seorang anak kuatir dia tidak mendapat teman di sekolah. Beranjak remaja, kekuatiran muncul lagi, misalnya kuatir tidak diterima oleh teman2 dalam kelompoknya, kuatir tidak bisa mengikuti trend gaya, dsb.

Saat di perguruan tinggi, seseorang kuatir lagi kalo studinya tidak bisa terselesaikan, kuatir akan ada banyak hambatan dalam skripsi, kuatir berhadapan dengan dosen yang “sulit”. Masuk dunia kerja, kekuatiran bertambah lagi. Kuatir tidak bisa mencukupi kebutuhan sendiri, kuatir tidak bisa menghadapi persaingan dalam dunai kerja, kuatir dalam hal pasangan hidup, kuatir tentang masa depan kariernya, dsb. Saat usia paruh baya, kuatir kalo anak-anak akan meninggalkannya di hari tua, kuatir akan kebutuhan sehari-hari, dan masih banyak kekuatiran yang lain dalam setiap jenjang usia.

Kekuatiran serasa sudah menjadi “makanan” sehari-hari manusia di muka bumi ini, apalagi di tengah krisis ekonomi dan keadaan dunia yang tidak stabil seperti ini. Bahkan tidak memungkiri orang percaya pun sering merasakan kekuatiran yang sama.

Namun, kalo menilik kembali apa yang Firman Tuhan katakan tentang kekuatiran, sebenarnya ketika orang percaya kuatir itu sudah merupakan dosa. Matius 6 : 25 – 34 membahas tentang hal kekuatiran. Pada ayat 25 dikatakan “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum....” Alkitab mengatakan bahwa hendaknya orang percaya tidak perlu kuatir, karena Allah akan memelihara. Pelanggaran terhadap Firman Tuhan adalah dosa. Jadi, kuatir itu berdosa =)

Memang sulit untuk tidak kuatir, bahkan ketika saya menulis ini pun saya sedang kuatir tentang studi saya dan banyak masalah yang lain ;p

Namun, sekarang saya belajar untuk mengingat gunung kebaikan Tuhan dan tidak berfokus pada bukit masalah ketika saya kuatir, sambil terus mempercayai bahwa Allah akan memelihara dan menolong.


Matius 6 : 34 “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”




Tuhan berkati ^^

KEPASTIAN KESELAMATAN

Saya merasa perlu untuk membagikan pengalaman dan pemikiran saya di sini.

Semalam saya bermimpi , dan mimpi saya cukup menarik (menyenangkan menurut saya ;p) dan agak aneh. Di mimpi itu dikisahkan saya sedang berjalan sendiri sambil memegang secarik kertas . Dalam mimpi itu, saya tau bahwa saya akan meninggal bbrp hari lagi (itulah aneh dan menyenangkannya, karena mana ada orang yang tau kapan dia akan meninggal ;p). Karena tau akan segera meninggal, dalam mimpi itu saya merasa takut, ragu2 akan ke mana setelah meninggal, tp juga sedih karena akan meninggalkan keluarga dan teman2 saya. Tapi segera saya ingat (masih dalam mimpi), bahwa saya sudah diselamatkan dan setiap orang percaya akan bertemu lagi di Surga. Dan dalam mimpi itu, saya merasa siap untuk meninggal.

Saat saya bangun esoknya, saya memikirkan mimpi itu. Dan saya merasa sangat bersyukur karena belum benar2 meninggal >.< , tetapi terutama saya sangat bersyukur karena saya tau DENGAN PASTI ke mana saya akan pergi, serta DENGAN SIAPA saya akan bertemu setelah kematian datang.

Teman2, hal yang ingin saya bagikan bukan mengenai sesuatu di balik mimpi, tapi mengenai kepastian keselamatan anda dan saya.

Setiap orang yang mau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi akan memiliki kepastian keselamatan dan hidup kekal di Surga setelah maut menjemput.

Coba kita bertanya pada diri sendiri, apakah sudah menerima KESELAMATAN itu ?

Dapatkah kita menyelesaikan permasalahan DOSA itu dengan cara kita SENDIRI?

Apakah PERBUATAN BAIK dan KESALEHAN mampu menghapus dosa dan memberikan keselamatan ?

Ke mana akan pergi, kepada HIDUP yang KEKAL atau kepada KEMATIAN KEKAL setelah maut menjemput ?

Setiap manusia berdosa, termasuk anda dan saya membutuhkan pengampunan, dan itu ada dalam Yesus. Jaminan Keselamatan hanya ada dalam Yesus yang telah mengalahkan kuasa maut. Hanya Yesus yang mampu menyelesaikan masalah terbesar manusia, DOSA.

Terimalah Yesus sekarang dan milikilah hidup yang berbeda karena DIA. Yesus masih menunggu dengan tangan yang terulur dan terbuka....


John 3 : 16 NIV
For God so loved the world that he gave his one and only Son,[a] that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.

Antara ALLAH, Semesta dan manusia

Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca?

Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.

Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.


Beberapa ayat dari Yesaya 40 di atas menyatakan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang Maha Kuasa, Allah yang hebat, Allah yang tak tertandingi.

Bayangkan galaksi bimasakti, sadarlah bahwa ada beribu galaksi lain di dunia.

Bayangkan matahari dalam tata surya kita, dan ingatlah bahwa ada matahari2 yang lebih besar di galaksi yang lain.
Bayangkan bumi yang kita tempati saat ini, bumi yang kotor karena dosa dan kejahatan penghuninya, bumi yang hanya setitik di alam semesta.

Lalu, siapakah manusia ? Debu ? Menurut saya, manusia itu bahkan bagaikan debu yang dipecah2 menjadi bagian2 yang lebih kecil lagi kalo dibandingkan dengan semesta.

Kalau begitu, manusia yang mikron ini harus bergantung pada siapa ? Ciptaan tidak bisa lepas dari Penciptanya. Manusia tidak berdaya, di"tiup" sedikit saja oleh Allah, manusia sudah tidak bisa apa2 lagi.

Kalo gt, knp manusia (termasuk saya ;p) masih sering ngeyel sama Allah ya ?