Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 23 Agustus 2010

SINGLE LIFE MISSION ACCOMPLISHED ???


Bagi saya secara pribadi, jawaban judul di atas : NOT YET
 Hehe...ya memang belum dan saya sadar bener klo single life mission saya belum selesai. Hmm.... Tuhan mengenal saya lebih dalam dari siapapun, jadi DIA tau apakah saya sudah accomplish my single life mission atau belum sehingga DIA akan mempertemukan dengan PH saya menurut waktuNYAJ
Menurut saya, masa2 single life (catatan : bukan hanya dalam artian “belum menikah”, “menanti tanggal nikah”, dll bahkan “belum punya bayangan calon PH sekalipun” :p) adalah masa yang Tuhan anugerahkan buat para single (pria dan wanita) untuk menikmati hidup single-nya dan melayani DIA dengan optimal (bukan berarti klo udah gak single =  gak bisa melayani dengan optimal :p).

So, kalo gt apa yang bisa dilakukan dalam masa2 single life ini ?
Dari pergumulan saya, artikel, buku2 ttg man and woman relationship, dan sharing pergumulan beberapa saudari, saya merangkum setidaknya ada 4 hal yang bisa dilatih dalam masa2 single life. Saya tulis “setidaknya” karena daftar ini bisa ditambah lagi sesuai keadaan masing2 pribadi :)
  1. Jalin keintiman dengan Tuhan
Keintiman dengan Tuhan saya taruh di posisi nomor satu krn sangat sangat sangat penting. Kalo ketika single saja pria dan wanita gak bisa merasakan keutuhan sejati dalam Tuhan, setelah menikah pun tidak akan bisa merasakan keutuhan yang sejati. Jangan berharap bahwa dengan berpasangan akan membuat pria dan wanita merasa utuh (nancep ke saya :p) Keutuhan sejati hanya ditemukan di dalam Sang Pencipta. Klo dipikir2, pasangan adalah orang “asing” dalam hidup kita, dan pasangan tidak lebih mengenal kita drpd Tuhan, Sang Pemilik Hidup. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan keutuhan di dalam hubungan dengan manusia ? Keutuhan sejati hanya didapatkan ketika pria dan wanita menjalin keintiman dengan Tuhan.
Contoh praktisnya kenapa masa2 single life ini masa terbaik untuk menjalin keintiman dengan Tuhan itu begini :
Klo di masa single saja pria dan wanita masih berantakan bersaat teduh (terutama dalam hal waktu), coba pikirkan gimana nantinya saat sudah menikah. Saat masih single, waktu 24 jam adalah waktu yang diberikan Tuhan buat para single seutuhnya. Klo sudah menikah, waktu itu jadi milik berdua (bertiga, berempat, dst klo dah ada “buntut”:p). Saat masih single, ketika bangun tidur bisa langsung bersaat teduh tanpa beban. Tapi klo sudah menikah, si wanita setelah bangun tidur harus segera nyiapin sarapan buat suami sebelom berangkat kerja,  si pria harus bantu nyiapin anak2 ke sekolah / bantu asuh anak, dan bermacam kerepotan lain.
Klo dalam masa single life saja para single gak bisa berdisiplin saat teduh, jangan harap setelah menikah hal itu akan jadi lebih mudah.
So, mari berdisiplin saat teduh :)

  1. Menundukkan hidup pada ke-Tuhan-an Kristus
Hidup yang tunduk pada Kristus mencakup banyak aspek dalam hidup, salah satunya yaitu ttg hubungan pribadi dengan Tuhan yang sudah saya bahas di no 1. Aspek lain ke-Tuhan-an Kristus antara lain penggunaan uang, pemanfaatan waktu luang, masalah hobi, kepuasan pribadi, penggunaan hak milik, pekerjaan, pergaulan, dsb. Ke-Tuhan-an Kristus mencakup aspek hidup secara menyeluruh.
Klo dalam masa single life saja pria dan wanita tidak bisa menundukkan diri kepada Kristus dalam aspek-aspek hidupnya, setelah menikah pun bukan berarti langsung bisa. “Tidak bisa” disini bukan berarti tidak berhasil menundukkan diri, tetapi artinya tidak ada kerinduan untuk menyerahkan hidup dan mau diatur oleh Tuhan yang berdaulat dalam hidupnya serta melatih diri untuk tunduk pada Kristus melalui hal2 kecil. Bagi wanita, klo saat single saja tidak bisa tunduk kepada Kristus, sulit baginya untuk tunduk pada suami seperti yang Firman Tuhan katakan (cat : bukan berarti ke-Tuhan-an Kristus tidak berlaku bagi kaum pria :p).

Contoh praktisnya begini, dalam hal penggunaan uang. Kalo saat single saja tidak menyadari bahwa uang adalah milik Tuhan yang harus dikelola dengan baik, merasa bahwa uang adalah milik “si aku”, sehingga membelanjakan sesuai keinginan dan bukan kebutuhan. Setelah menikah, pria dan wanita tidak akan bisa menyatukan harta milik, dan yang ada hanyalah “uangmu dan uangku”, bukan “uang kita” (padahal dalam pernikahan, arti satu tubuh juga meliputi satu kepemilikan harta) yang seharusnya dikelola bersama sesuai yang Tuhan mau.
So, mari menundukkan diri pada ke-Tuhan-an Kristus :)

  1. Mengaku dosa secara jujur dan segera kepada Tuhan
Tuhan yang kita sembah memanglah Allah yang Maha Tahu, DIA pun tau ketika kita berdosa. Namun, DIA ingin pengakuan dosa secara jujur dari kita. Saat menjalani hidup single, mari pria dan wanita kekasih Allah melatih diri untuk mengaku dosa secara jujur dan segera kepada Dia :) Mengaku dosa bukan hanya berarti bahwa kita tidak mampu mengatasi dosa2 itu, tetapi supaya kita tidak merasa diri benar dan lebih baik dari orang lain. Mengaku dosa kepada Tuhan melatih pria dan wanita untuk merendahkan hati dan megesampingkan ego untuk mengakui kesalahan di hadapan manusia.
Kalo kepada Tuhan yang Maha Tau saja tidak bisa jujur, apakah pria dan wanita bisa jujur mengakui kesalahan di hadapan manusia ?
Banyak pernikahan yang hancur karena sama2 merasa diri benar, tidak mau mengakui kesalahan, dan mempertahankan ego masing-masing (
So, mari berdisiplin mengaku dosa :)

  1. Melayani Tuhan dengan lebih efektif dan optimal
Sekali lagi saya katakan bahwa bukan berarti setelah menikah tidak bisa melayani dengan efektif. Namun, memang ada perbedaan antara melayani ketika masih single dan sudah menikah, salah satunya dalam hal waktu. Seperti halnya dalam bahasan nomor 1 ttg menjalin keintiman dengan Tuhan, waktu yang diberikan Tuhan bukan lagi waktu utuh buat pria dan wanita. Ada seseorang (dua orang, tiga orang dst :p) lain yang jg memerlukan waktu kita.
Saya salut dengan beberapa wanita yang saya kenal yang bisa membagi waktunya dengan baik untuk keluarga, pekerjaan, pendidikan anak, dan pelayanan. Mereka bukanlah orang2 pengangguran, jam mereka sehari-hari cukup disibukkan oleh pekerjaan dan kepentingan anak (menyiapkan makanan, menemani bermain, mengantar-jemput sekolah&les, dll). Namun, mereka masih bisa melayani dengan efektif, masih bisa persiapan pelayanan, dsb :)

Saya terpikir untuk menuliskan dan membagikan tulisan ini karena pergumulan saya dan beberapa saudari akhir2 ini. Kiranya jadi berkat buat smua yang membacanya, especially para single :D

7 komentar:

  1. halo rachel! Salam kenal :)
    Sharing yg bagus banget, thx for writing ya hehehe...
    aku sangat2 setuju dengan single life mission ini, ya smoga ada lebih banyak anak2 Tuhan yg mempersiapkan hal ini dengan serius

    BalasHapus
  2. Hai juga Irene ^^

    salam persaudaraan dlm Kristus =)

    Iya, krn hal diatas adalah 1 pergumulanku, jd berharapnya banyak anak Tuhan yang tergugah n dt berkat dng baca tulisanku.

    GBU

    BalasHapus
  3. nice share mbak...hehehe...ditunggu postingan berikutnya :)

    BalasHapus
  4. halo rachel! salam kenal! wah paham2 kita sama! hehehe :) GBU!

    BalasHapus
  5. Salam kenal juga stephanie ^^

    Krn kita punya Bapa yg sama :) hehe

    BalasHapus