Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 19 Agustus 2010

KEKUATIRAN

Kuatir, siapa sih manusia di dunia ini yang belum pernah kuatir ? Dari sejak manusia dilahirkan, kekuatiran jadi satu masalah yang terus ada sampai manusia berpulang.

Seorang anak kecil usia batita menangis saat dia tidak melihat ibunya atau saat ibunya berada jauh dari dia. Sebenarnya dia merasa kuatir ibunya meninggalkan dia,tetapi tidak bisa terungkapkan. Saat masuk usia sekolah, seorang anak kuatir dia tidak mendapat teman di sekolah. Beranjak remaja, kekuatiran muncul lagi, misalnya kuatir tidak diterima oleh teman2 dalam kelompoknya, kuatir tidak bisa mengikuti trend gaya, dsb.

Saat di perguruan tinggi, seseorang kuatir lagi kalo studinya tidak bisa terselesaikan, kuatir akan ada banyak hambatan dalam skripsi, kuatir berhadapan dengan dosen yang “sulit”. Masuk dunia kerja, kekuatiran bertambah lagi. Kuatir tidak bisa mencukupi kebutuhan sendiri, kuatir tidak bisa menghadapi persaingan dalam dunai kerja, kuatir dalam hal pasangan hidup, kuatir tentang masa depan kariernya, dsb. Saat usia paruh baya, kuatir kalo anak-anak akan meninggalkannya di hari tua, kuatir akan kebutuhan sehari-hari, dan masih banyak kekuatiran yang lain dalam setiap jenjang usia.

Kekuatiran serasa sudah menjadi “makanan” sehari-hari manusia di muka bumi ini, apalagi di tengah krisis ekonomi dan keadaan dunia yang tidak stabil seperti ini. Bahkan tidak memungkiri orang percaya pun sering merasakan kekuatiran yang sama.

Namun, kalo menilik kembali apa yang Firman Tuhan katakan tentang kekuatiran, sebenarnya ketika orang percaya kuatir itu sudah merupakan dosa. Matius 6 : 25 – 34 membahas tentang hal kekuatiran. Pada ayat 25 dikatakan “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum....” Alkitab mengatakan bahwa hendaknya orang percaya tidak perlu kuatir, karena Allah akan memelihara. Pelanggaran terhadap Firman Tuhan adalah dosa. Jadi, kuatir itu berdosa =)

Memang sulit untuk tidak kuatir, bahkan ketika saya menulis ini pun saya sedang kuatir tentang studi saya dan banyak masalah yang lain ;p

Namun, sekarang saya belajar untuk mengingat gunung kebaikan Tuhan dan tidak berfokus pada bukit masalah ketika saya kuatir, sambil terus mempercayai bahwa Allah akan memelihara dan menolong.


Matius 6 : 34 “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”




Tuhan berkati ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar