Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 14 November 2010

WE'RE NOT WONDER WOMAN

Huffht !! Lagi2 gara2 makhluk yang namanya “cowok”. Kali ini bukan saya yang disakiti, tapi temen deket saya. Saya sih sudah pernah beberapa kali disakiti n mengalami hal kayak gini. Tapi ternyata ketika temen deket yang disakiti itu rasanya lebih lebih lebih sakit daripada saya ngalaminnya sendiri. Saya sedang sangat sangat sebel dengan satu jenis makhluk itu :(

Saya sampe takut jadi parno, kepaitan, benci sama makhluk yang disebut cowok itu karena kejadian2 kayak gini yang saya n bbrp temen deket saya alami.
*sigh*
Tapi Tuhan itu pengertian dan romantis :p, DIA tidak akan membiarkan saya punya kepaitan sama cowok. So, DIA memberikan jawaban-Nya lewat apa yang saya baca. Td krn suntuk saya buka file2 yang pernah saya simpen di laptop, saya cari foldernya Grace Suryani karena saya lupa-lupa inget Grace Suryani pernah tulis tentang hal2 kayak gni. Saya dapet bbrp poin dari artikelnya yang berjudul “If boys remain boys will girls became women?” dan “If Boys (still) Remain Boys, Will Girls Became Woman?!?! (part II)” :
  • Grace bilang gini, semua cowok itu anak2 Adam yang jatuh ke dalam dosa. Tapi cewek itu juga anak-anak Hawa, yang jatuh lebih dulu dalam dosa :$ Semua cowok berdosa, en karena dosa mereka punya kecenderungan untuk menyakiti orang laen, dan semua cewek juga berdosa!! Karena itu sebenernya cowok-cewek itu sama, sama-sama berdosa, en karena itu ngga jarang sama-sama saling menyakiti. Kadang banyak cewek ngga kalah brengseknya ama cowok :p
  • Hidup deket ma seseorang udah pasti bakal ngalami banyak gesekan. “Besi menajamkan besi”, justru cewek harus punya hati untuk mengampuni setiap kesalahan cowok, begitu juga sebaliknya. Trus juga yang paling penting, harus belajar dari Bapa untuk mengampuni dengan total dan tetap mengasihi + menjalin hubungan baik kembali walo udah disakiti. Gak ada teladan lain yang lebih bisa dicontoh drpd Bapa, dosa kita aja yang tak terkira besarnya gak diingat lagi n gak ditanggungkan Bapa sama anak-anakNya. Amazing GRACE! (Ini GRACE (kasih karunia) beneran, bukan Grace Suryani :p)
  • Hal2 menyakitkan kayak gini itulah yang dipakai Tuhan untuk membentuk wanita pilihan-Nya menjadi Godly Woman. Karakter Godly woman itu hatinya lembut (teachable), mudah mengampuni dan punya belas kasih. Ngutip kata2 Grace Suryani “Seorang wanita yang sudah menerima begitu banyak kasih karunia dari Tuhan dan karena itu dia bisa memberikan banyak kasih karunia dan belas kasihan untuk orang lain.” (like this! ^.^d) 
  • Satu lagi poin yang saya dapet dari kata2 Grace Suryani, kita sulit bisa mencegah cowok-cowok gak gentle itu masuk ke dalam hidup kita dan nyakitin kita dengan tindakan-tindakan mereka yang tidak dewasa, tidak bijaksana, ngga peduli dengan perasaan cewek, tapi kita bisa mencegah mereka menyakitin kita terus menerus! Kita bisa mencegah hati kita ngga pahit dengan tindakan mereka! Itu semua bisa kita cegah! Bukan dengan membatasi pergaulan kita dengan co-co, bukan dengan pasang pagar setinggi-tingginya, bukan dengan jadi kepahitan sama mereka, tapi justru mengampuni dan memaafkan mereka. Setiap ada yang nyakitin kita, langsung lepaskan pengampunan, kalau perlu nangis di depan Bapa, en tinggalkan semua lukamu di tangan-Nya. Sekalipun cowok-cowok itu tidak dewasa, nyakitin kita, itu sama sekali bukan alasan buat kita untuk berlaku tidak dewasa juga. Justru cowok-cowok yang tidak dewasa itu adalah sarana latihan yang bagus banget supaya kita bisa jadi makin dewasa dan makin cantik di hadapan Tuhan.
So, saya gak akan simpen akar pait dan kebencian tentang cowok. Saya mau buang itu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Gak semua cowok gak dewasa, saya percaya masih ada banyak Godly man. Cuma belum ketemu aja :))

We are not wonder woman, kita masih bisa tersakiti oleh tingkah para cowok itu, tapi kita punya potensi untuk mengampuni dan gak membalas dendam:))

Pengen ngutip lagi bagian terakhir dari artikelnya Grace Suryani :
"Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" Roma 12:21

Dear Lord,
Yah aku percaya bahwa pembalasan adalah Hak-MU, dan bukan bagianku. Bagianku adalah melakukan firman-Mu.
Penghakiman adalah hak-MU, taat adalah bagianku.
Dendam adalah bagian-MU aku tidak berhak. Sedikitpun tidak.
Jadikan hatiku hati yang lembut, tidak punya dendam, tidak menyimpan amarah, mudah memaafkan, punya belas kasihan, mudah diajar.

Tuhan aku berdoa juga buat co-co itu, kiranya Kau sendiri bicara kepada mereka secara pribadi. Kau yang sanggup mengubah hati, mengubah pola pikir yang salah, tindakan-tindakan yang salah. Cuma Kau yang sanggup. Khusus untuk anak-anak-Mu Tuhan, beri mereka kemampuan untuk jadi contoh, untuk jadi teladan buat orang-orang lain. Aku tau Tuhan, pergumulan mereka juga berat, kiranya Kau sendiri yang memberikan ketabahan dan kekuatan kepada mereka. Jangan sampai Tuhan, mereka juga bersikap sama ngga dewasa, sama ngga bijaksananya dengan orang-orang yang belum kenal Engkau. Jangan sampai Tuhan, nama-Mu tercoreng karena sikap dan tindakan anak-anak-Mu.

Tuhan aku juga berdoa untuk banyak ce yang hatinya terluka, beri mereka kemampuan untuk mengampuni, limpahkan kasih-Mu ke dalam hatinya, bebat hatinya yang patah karena Kau dekat dengan hati yang patah dan hati yang hancur tidak Kau pandang hina. Aku berdoa supaya, kami, Ur Beloved Daughter, tetap bisa punya hati yang benar sekalipun kami hidup di dunia yang tidak benar. Tetap bisa punya kasih dan punya pengampunan, karena kami punya ENGKAU.

Lengkapnya, baca di :
http://www.glorianet.org/index.php/grace/297-woman dan http://www.glorianet.org/index.php/grace/298-woman





2 komentar:

  1. aku pernah juga ngalamin yang begituan mbak :(

    BalasHapus
  2. sprtinya klo diadakan survey, ak rasa hmpir 70% cewe pernah nemui / ngalamin hal yg kyk gt...

    tp,
    We are not wonder woman, kita masih bisa tersakiti oleh tingkah para cowok itu, tapi kita punya potensi untuk mengampuni dan gak membalas dendam:))

    BalasHapus