Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 03 Oktober 2011

My Spiritual Journey “September Ceria” (Part 1 – Ranting dan Pokok Anggur)


“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” (Mazmur 32:8)

Happy writing (again)  ! :)
                 
Minggu2 ini Tuhan bukakan beberapa hal dalam hidupku. Senang sekali rasanya karena Dia memperhatikan, mengawasi pertumbuhanku, dan gak berhenti sampai di situ aja, bahkan Dia memberitahukan kepadaku hal2 yang ingin Dia ungkapkan supaya aku mengerti, mata-Nya tertuju pada saya :)
                
Part 1 - Tuhan nyatakan padaku kalo ranting tidak bisa hidup jika tidak melekat pada pokok anggur. Aku, ranting, tidak bisa hidup (=akan mati) kalo aku tidak menempel pada Yesus, Sang Pokok Anggur Sejati. Tuhan nyatakan dan sadarkan aku tentang hal ini justru ketika aku sedang mempersiapkan banyak pelayanan. Jujur, saat itu aku bener2 burn-out. Harus persiapan untuk ngisi renungan buat persekutuan pra-remaja, siapin materi rapat perpus, cari artikel untuk mading n mengkoordinasi org2, msh pimpin cellgrup, cape sekali rasanya. Burn-out. Saat teduhku siy masih jalan, gak bolong, tp sama sekali hambar ! Just rutinitas, kayak ngerjain PR aja. Dan seminggu itu malah aku tidak pernah berdoa di malam hari kayak hari2 sebelumnya, malas, cape, merasa jauuuh sekali dng Tuhan. Ironis, merasa jauh dr Tuhan Sang Empunya Pelayanan itu justru ketika sedang terlibat dalam pekerjaanNya. Saat itu rasanya bener2 “sakit rohani”, lama kelamaan klo dibiarkan pasti aku akan “mati rohani”.
                 
Namun, aku bersyukur banget karena Dia tdk membiarkan kondisi itu berlarut-larut. Dari kejadian itu, naik 1 level pemahamanku ttg ranting dan pokok anggur :) Selama ini sering denger tapi gak pernah mengalami jadi gak berasa apa2. Hehe. Ketika Tuhan bukakan ttg hal ini dalam hatiku, langsung aku berdoa minta ampun karena pelayananku menjauhkanku dari Dia dan meminta supaya Dia terus menarik perhatianku. Rasanya damai abis berdoa, beban itu seperti diangkat, punya kekuatan baru buat menjalani smua tanggung jawab pelayananku. Aku mengamini apa yang tertulis di Yesaya 40:31 (BIS) “Tetapi orang yang mengandalkan TUHAN (versi FAYH = berharap pada Tuhan), akan mendapat kekuatan baru. Mereka seperti burung rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lelah, mereka berjalan dan tidak menjadi lesu.”

Praise The Lord! :D

Part 2 coming soon :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar