Minggu, 25 September 2011

BUATLAH DIRIMU LAPAR !

Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Khotbah kemaren bertema “Mengenal Allah dengan benar” oleh Ev. Benita F. Suprapto, ayat Alkitab yang jadi pembahasan adalah dari Efesus 1:15-23. Di bagian akhir sebagai penutup khotbah, Ev. Benita menyampaikan beberapa hal yang bisa jadi aplikasi khotbah hari itu, salah satunya adalah terus mengusahakan pertumbuhan rohani melalui hubungan pribadi dengan Tuhan (HPDT). Salah satu kalimat yang menyentil saya kira-kira bunyinya begini “Tidak bisa bersaat teduh itu bukan masalah manajemen waktu yang buruk, tetapi masalahnya adalah pada lapar atau tidaknya seseorang akan kebenaran Firman Tuhan. Nah, bagaimana seseorang bisa lapar akan kebenaran ? Pertama dia harus membuat dirinya lapar, yaitu dengan menghindari-tidak memakan-bahkan membuang segala hal yang membuat dia kenyang.”
Saya mengilustrasikan seperti ini :
Seorang anak sudah dipesan oleh ibunya untuk tidak banyak jajan di sekolah, karena dia cuma bersekolah sampai siang dan setelah pulang di rumah selalu sudah disediakan makanan yang sehat. Anak itu mengerti dan berjanji pada ibunya kalo nanti dia tidak akan banyak jajan di sekolah. Tetapi setelah sampai di sekolah, dia dihadapkan pada banyak sekali jajanan yang enak-enak, beraneka ragam, menggiurkan, nikmat sekali bagi seorang anak.
Anak itu mulai tergoda, tapi dia masih ingat pesan ibunya dan janjinya tadi pagi. Sejenak anak itu bisa menahan diri. Tapi kemudian dia berpikir, “Ah aku mau jajan A aja, cuma sedikit, nggak akan membuat kenyang.” Setelah jajanan A ia makan habis, dia kepengen lagi dengan jajanan yang dibawa sekelompok teman2nya, dia berpikir lagi, “Aku juga mau jajan B yang dibawa temen-temen itu, cuma sedikit juga, nanti pasti masih bisa makan di rumah.” Demikian terus dilakukan anak itu sampai dia merasa kenyang. Sedikit-sedikit tp beraneka jajanan, akhirnya dia kenyang. Sesampainya di rumah, anak itu tidak ada nafsu makan lagi, sudah sangat kenyang, dia tidak sanggup makan makanan sehat yang sudah disediakan ibunya di rumah.
Demikian juga dengan kita sebagai orang percaya, kita tau bahwa Allah sudah menyediakan “makanan” yang sehat bagi kita, yaitu Firman-Nya sendiri.  Dan mungkin saja kita pernah berkomitmen untuk dengan setia “memakan” apa yang sudah disediakan Allah itu. Namun, ketika “kembali ke dunia sehari-hari”, kita sering lupa akan janji itu (masih bagus kalo inget :p), kita terpikat oleh “jajanan” di dunia sehingga merasa kenyang dan tidak lagi lapar, tidak bergairah untuk “memakan” apa yang disediakan Allah. 
Nah, apa saja “jajanan” yang bisa membuat kita kenyang ? Saya mencatat setidaknya ada 4 hal yang membuat orang percaya menjadi “kenyang”, dan ironisnya dari 4 hal ini beberapa  adalah hal-hal yang terlihat baik.
1.       1. Media Publik
Dalam hidup keseharian, kita tidak pernah lepas dari yang namanya media, entah itu TV, koran, radio, internet, dll. Berbagai berita dari yang politik sampai gosip para artis bisa kita dapat dari media2 itu. Segala pesan, nilai2, prinsip2, yang diberitakan oleh media itu, secara langsung atau tidak langsung, dan disadari atau tidak disadari, tertampung dalam pikiran dan hati kita sehingga membuat kita kenyang.
2.       2. Acara-acara hiburan
Acara-acara hiburan di sini maksud saya meliputi sinetron, film (sekuler maupun rohani), dsb. Sinetron2 sekarang hampir semuanya menyampaikan nilai2 yang buruk, materialisme, egoisme, iri hati, keserakahan, dll. Kalo film sih memang tidak semuanya buruk, ada film2 yang bermutu, tapi kalo terlalu banyak menikmati film2 (yg bermutu sekalipun) juga akan membuat kenyang, malas untuk mengkonsumsi “makanan” sehat yang disediakan Allah, karena terlalu banyak dihibur  oleh tontonan2. Semua itu sekali lagi disadari atau tidak, seringkali membuat kita kenyang dan tidak lapar lagi akan makanan rohani.
3.       3. Bacaan (dari yang sekuler sampai bacaan rohani)
Membaca itu hobi yang baik, berguna, karena buku adalah jendela dunia. Tetapi kalo terlalu banyak membaca, juga bisa membuat kita kenyang. Kalo bacaan sekuler siy tidak perlu ditanya lagi, nilai-nilai yang tersurat maupun tersirat pastilah nilai-nilai dunia. Kalo bacaan rohani ? Terlalu banyak membaca bacaan rohani juga bisa membuat kita menjadi kenyang, tidak lagi lapar akan kebenaran Firman Tuhan karena sudah terlanjur enjoy dan terbiasa menikmati “apa yg dikeluarkan dari mulut orang”. Why ? karena apa yg ditulis di buku2 rohani itu sudah dicerna orang lain dan kita tinggal menikmati hasil pencernaan itu, tanpa harus mengunyah sendiri :D Eiits, bukan berati di sini saya melarang untuk membaca buku rohani lho..karena saya sendiri pun hobi. Hanya saja kita perlu bijak, sehingga porsi membaca buku2 rohani tidak melebihi porsi kita membaca Alkitab.
4.       4. Pergaulan
Bergaul juga tidak salah, justru sebagai orang percaya kita harus membuka diri untuk pergaulan supaya bisa memberitakan Injil dalam pergaulan. Namun, ketika kita terlalu banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak membangun secara rohani, kiat juga bisa kenyang dengan segala nilai yang terserap dari pergaulan itu. Coba pikirkan dalam sehari berapa lama kita melewatkan waktu kita bersama dengan “orang2 dunia”, entah itu teman sekolah, kuliah, kerja, dll. Kalo kita tidak berhikmat di dalamnya, lama-kelamaan kita bisa miriiiip dengan teman2 kita itu (mirip apanya ? gaya hidupnya, nilai2nya, prinsip2 hidup, dll). Pergaulan juga bisa membuat kita kenyang kalo kita banyak melewatkan waktu dengan teman2 yang tidak membangun dalam hidup keseharian. Sehingga kita tidak lagi lapar akan kebenaran yang sudah Allah sediakan.

Kembali ke ayat yang saya tulis di atas, 
Matius 5:6 “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”, versi The Message berbunyi "You're blessed when you've worked up a good appetite for God. He's food and drink in the best meal you'll ever eat.”

Yap, “makanan” yang Allah sediakan memang yang tebaik buat kita. Segala “jajanan” di luar itu memang bias mengenyangkan, tapi tidak memuaskan. Yang bisa memuaskan kita sebagai orang percaya hanyalah relasi dengan Allah saja, yaitu salah satunya melalui FirmanNya yang dinyatakan dalam Alkitab. 

So, mari jalani hidup dengan membuat diri kita menjadi lapar, jangan banyak jajan di luaran,:p dan datanglah kepada Dia untuk dipuaskanNya.   
Mari menikmati relasi yang untuknya Kristus harus mengorbankan diriNya sendiri :)
GBU !

Happy writing (again) :D

2 komentar:

  1. Iya Rachel, minggu kmaren juga pas sate aku juga diingatin masalah lapar dan haus ini. aku diingatin RK minta hati yang lapar dan haus supaya Allah bisa memuaskanku. sampe berkali-kali bilang: Tuhan, brikanku hati yang lapar dan haus akan Engkau. Nyanyi lagu Sperti Rusa yang Haus dan juga buat ingatin jiwaku supaya terus haus hanya akan DIA. Supaya Allah bisa memuaskanku.

    BalasHapus
  2. Yap Mega... :) thx for sharing. GBU sist!

    BalasHapus