Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 21 Oktober 2012

Reflection of NKB 200 "So Send I You"

Kemaren di Kebaktian Minggu ada satu lagu yang dinyanyiin, lagu ini diambil dari NKB No. 200 “Kuutus Kau”, liriknya kayak gini nih :

‘Ku utus ‘kau mengabdi tanpa pamrih,
berkarya t’rus dengan hati teguh,
meski dihina dan menanggung duka;
‘Ku utus ‘kau mengabdi bagiKu.

‘Ku utus ‘kau membalut yang terluka,

menolong jiwa sarat berkeluh,
menanggung susah dan derita dunia.
‘Ku utus ‘kau berkurban bagiKu.

‘Ku utus ‘kau kepada yang tersisih,

yang hatinya diliputi sendu,
sebatang kara, tanpa handai taulan.
‘Ku utus ‘kau membagi kasihKu.

‘Ku utus ‘kau, tinggalkan ambisimu,

padamkanlah segala nafsumu,
namun berkaryalah dengan sesama.
‘Ku utus ‘kau bersatulah teguh.

‘Ku utus ‘kau mencari sesamamu

yang hatinya tegar terbelenggu,
‘tuk menyelami karya di Kalvari.
‘Ku utus ‘kau mengiring langkahKu.

Coda:

Kar’na Bapa mengutusku, ‘Ku utus ‘kau

Waktu nyanyiin ini, gak kerasa mataku berkaca-kaca..lagu ini sungguh indah, juga menegur. Memang benar kata2 dalam lagu ini, setiap orang percaya adalah utusan Allah untuk dunia ini. Seperti Amanat Agung Tuhan Yesus, yaitu setiap orang percaya diberikan mandat untuk pergi, menjadikan semua bangsa menjadi murid Kristus, membaptis dalam nama Tuhan Yesus dan mengajarkan segala yang telah Yesus perintahkan (Mat 28 : 19-20). Bila disimpulkan, orang percaya diutus bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi untuk kepentingan Kristus, untuk membuat namaNya dikenal dan semakin banyak orang datang mengikut Dia.

Sedikit merenungkan lagu itu, aku diutus (baca : ditaruh Allah di dunia ini) bukan untuk mengejar kemapanan hidup, aku diutus bukan untuk berlomba meraih popularitas, aku diutus bukan untuk menimbun kekayaan, aku diutus bukan untuk mencari penerimaan orang dan menyenangkan semua orang, aku diutus bukan untuk membangun ambisi setinggi langit, aku diutus bukan untuk menyenangkan diriku, tetapi aku diutus untuk kepentingan-Nya… berat memang, tidak mudah. Tapi ada janji yang indah  dari Kristus, bahwa Dia akan menyertai sampai akhir zaman, tidak akan pernah ditinggalkanNya sendirian (Mat 28:20b)

Biar lebih ngena di hati, mau ganti beberapa lirik lagu itu deh, untuk kalangan sendiri (maap ye Mrs. Margaret Clarkson,  minta ijin buat edit liriknya) :D

Yok nyanyi sama2…

Dia utus ku mengabdi tanpa pamrih,
berkarya t’rus dengan hati teguh,
meski dihina dan menanggung duka;
Dia utus  ku mengabdi bagiNya.

Dia utus ku membalut yang terluka,

menolong jiwa sarat berkeluh,
menanggung susah dan derita dunia.
Dia utus ku  berkurban bagiNya.

Dia utus ku kepada yang tersisih,

yang hatinya diliputi sendu,
sebatang kara, tanpa handai taulan.
Dia utus ku membagi kasihNya.

‘Dia utus ku, tinggalkan ambisiku,

memadamkan segala nafsuku,
namun berkaryalah dengan sesama.
Dia utus ku bersatulah teguh.

Dia utus ku mencari sesamaku

yang hatinya tegar terbelenggu,
‘tuk menyelami karya di Kalvari.
Dia utus ku mengiring langkahMu.

Coda:

Kar’na Bapa mengutusNya, Dia utus ku…



1 komentar: