Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 22 Oktober 2012

Reflection of NKB 200 "So Send I You" - Part 2

Menyambung tulisan saya di SINI, saya kepikir sesuatu lagi buat nulis. Cekidot ! :D

Di postingan itu, saya menulis kalo setiap orang percaya adalah utusan Allah yang diutus bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi untuk kepentingan Kristus, untuk membuat namaNya dikenal dan semakin banyak orang datang mengikut Dia, lalu mengapa jika diamati di jaman sekarang ini kehidupan orang percaya hanya diisi dengan mengejar dan mengejar saja ? 

Mengejar harta, mengejar kenyamanan hidup, mengejar popularitas, mengejar penerimaan, mengejar jabatan, mengejar ambisi, mengejar lawan jenis, mengejar penampilan lahiriah, de el el. 

Memang semua itu tidak mutlak salah, tetapi menjadi salah apabila semua itu jadi fokus hidup. 

Menjadi berdosa jika fokusnya adalah kepentingan diri, supaya saya semakin kaya, supaya saya terkenal, supaya saya dihormati orang, supaya orang segan dengan saya, supaya saya dicintai, supaya saya tidak dianggap remeh, etc. Semuanya berpusat ke diri sendiri. 

Lalu, jika sudah menimbun kekayaan, dihormati orang, dipuja-puji, punya jabatan TOP, dll, apakah merasa puas ? Saya rasa tidak. Manusia diciptakan dengan satu keunikan, yaitu tidak akan pernah puas dengan apapun yang diraihnya, kecuali kepuasan itu dia dapatkan dari PenciptaNya.

Jadi pengen nge-post quote-nya Blaise Pascal "There is a God-shaped vacuum in the heart of every man which cannot be filled by any created thing, but only by God, the Creator, made known through Jesus Christ."

Merenungi hidup saya, 

Berapa persen waktu hidupku sampe saat ini yang aku habiskan untuk "pengejaran" itu ?

Seberapa besar porsiku mengejar keserupaan dengan Kristus jika dibandingkan dengan porsiku mengejar ambisi, harta, popularitas, penampilan ?
 

Tuhan ampuni aku karena sebagai utusan-Mu, aku tidak hidup bagi kepentingan-Mu... 
Ampuni aku jika aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat diriku lebih dikenal daripada untuk membuat orang mengenal-Mu...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar