Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 24 Agustus 2011

BUKTI CINTA ORTU KEPADA ANAK : MEMBAWA ANAK-ANAK MENGENAL DAN HIDUP DALAM PANGGILAN ALLAH


Mencintai anak2 ditunjukkan dengan membawa anak-anak mengenal panggilan Allah dalam hidupnya dan menolongnya untuk hidup di dalam panggilan itu.

Mengapa ortu perlu untuk membawa anak-anak mengenal dan hidup dalam panggilan Allah bagi hidupnya ?
1.       Karena Allah sebagai Pencipta manusia dan orang-orang percaya memiliki panggilan khusus setiap anak Allah
I Kor 12 : 18 à Allah memberikan kepada setiap anakNya satu tempat khusus dalam tubuh Kristus (artinya tiap anak Allah punya peran tertentu dan Allah pasti memperlengkapi untuk peran itu). Allah punya tugas khusus untuk setiap anakNya dan tugas itu tidak dapat digantikan oleh yang lain.
Contoh :
Galatia 2:7 à ada tugas khusus dari Allah kepada Paulus dan Petrus. Paulus dipanggil menjadi rasul/ pemberita Injil kepada orang Non-Yahudi, Petrus dipanggil menjadi pemberita Injil bagi orang Yahudi.
Paulus punya 1 panggilan dalam hidupnya dan hidupnya ditujukan untuk menyelesaikan panggilan itu. Paulus tahu tempatnya dalam tubuh Kristus dan ia berjuang menyelesaikannya sehingga dia telah siap menerima mahkota yang disediakan Allah dalam kekekalan.
2.       Hidup dalam panggilan Allah memberikan nilai / arti bagi kehidupan ini
                Hidup dalam panggilan Allah akan menerima upah dalam kekekalan. Membuat hidup anak berarti artinya membawa anak-anak mengenal dan hidup dalam panggilannya, yaitu hidup sesuai desain Allah. Sebuah produk tidak akan efektif jika produk itu tidak menjalankan tujuan dia dirancang oleh pembuatnya.
Seseorang bisa menjadi orang hebat di dunia tapi bila dia tidak hidup dalam maksud semula dari Pencipta-nya, maka hidupnya tidak bernilai dan tidak bersukacita. Dalam kekekalan, orang itu akan masuk Surga, hidup bersama Kristus tapi kehilangan upah dalam kekekalan (mahkota).
Kis 20:24 à Paulus tidak perduli dengan apapun bahkan nyawanya sekalipun asal dia menyelesaikan tugas Allah dalam hidupnya.
Musa à memilih melaksanakan panggilan Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir daripada menjadi pangeran Mesir.
Yosua à menyediakan diri sebagai pengganti Musa guna memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupnya.
Anak-anak diciptakan oleh Pencipta-nya dengan satu tugas khusus, dan mereka harus hidup melaksanakan tugas itu.

Apakah panggilan Tuhan itu ?
Apakah panggilan Tuhan selalu menjadi full-timer, hamba Tuhan , dll atau menjadi guru, dokter, politikus ?
Panggilan Tuhan adalah ikut serta melakukan pekerjaan yang Tuhan lakukan di dunia ini. Tuhan melibatkan orang-orang percaya dalam menjalankan pemerintahan-Nya di bumi.
Ada 3 hal pekerjaan yang Allah ingin orang-orang percaya terlibat :
1.       Membawa orang-orang yang belum diselamatkan kepada Kristus (pemberitaan Injil)
2.       Melayani orang-orang percaya sehingga mereka menikmati kehidupan persekutuan dalam Tuhan dan bertumbuh menjadi dewasa rohani.
3.       Mengelola dunia (alam dan masyarakat)  menjadi lebih baik

Tiga hal di atas tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, Allah melibatkan orang percaya dalam hal-hal itu. Mungkin saja Allah memanggil seseorang dengan penekanan kepada salah satu hal itu.
Contoh :
-          Panggilan Paulus adalah pemberita Injil, walaopun dia seorang pembuat tenda, tetapi dia bukan pembuat tenda yg ternama. Paulus juga tidak melupakan tugas kepada masyrakat dengan selalu mengingat orang miskin.
-          Filipus (Kis 6) dipanggil untuk tugas diakonia (menghidupi janda-janda), penekanan tugasnya adalah memelihara orang-orang miskin. Dalam Kis 8:5 Filipus adalah seorang penginjil tetapi panggilan utamanya adalah untuk tugas diakonia (sebagai diaken).
-          Daniel  terlibat dalam tugas pemerintahan supaya mengelola Babel menjadi lebih baik. Daniel selama melakukan tugasnya juga bersaksi / memberitakan Injil.
Panggilan Tuhan bisa menyangkut Pemberitaan Injil, melayani orang-orang percaya dan juga terlibat dalam pelayanan dunia sehingga membuat dunia menjadi lebih baik. Ada orang percaya yang dipanggil menjadi seorang guru, wiraswasta, dll dengan penekanan dia bisa memberitakan Injil atau bisa melayani orang-orang dengan kasih lewat panggilan-nya itu. Orang percaya dipanggil untuk memperbaiki dunia ini.

Bagaimana untuk membawa anak-anak mengenal dan hidup dalam panggilan Allah ?
1.       Ortu harus hidup dalam panggilan Tuhan
Ortu sendiri banyak yang tidak tahu apa panggilan hidupnya. Ortu harus berpikir mengenai hal ini dan tidak ada kata terlambat untuk memikirkannya.
Contoh : Abraham tahu panggilannya untuk keluar dari Ur Kasdim, Ishak dan kemudian Yakub pun bisa mengetahui panggilannya
2.       Mendoakan
Mengapa berdoa itu penting ? Karena sebenarnya Tuhan telah memanggil  sejak sebelum anak-anak lahir (Yer 1:1) à Yeremia ditetapkan menjadi nabi sejak sebelum ia lahir.
Mari berdoa walo anak-anak masih dalam kandungan supaya anak itu nantinya hidup dalam panggilan Tuhan. Jangan hanya berdoa supaya anak-anak  itu sukses secara dunia, tetapi lebih supaya mereka hidup dalam panggilan Tuhan.
3.       Ortu harus menolong anak-anak memfokuskan diri pada hal-hal kekal (persekutuan pribadi, hati bagi jiwa-jiwa, berubah secara watak, karakter, dll)
Bila anak-anak sudah punya tujuan-tujuan kekal maka sebenarnya ia sedang digiring untuk menemukan panggilan spesifiknya karena panggilan Tuhan itu berguna untuk mengerjakan tujuan-tujuan kekal.
4.       Menemani anak-anak mendengarkan suara Tuhan
Dari mana suara Tuhan didengar untuk panggilan-Nya ?
a.       Secara alamiah
Panggilan Tuhan bisa berangkat dari kemampuan alamiah anak-anak (bakat,  minat, IQ, kemampuan akademis, dll), mengembangkan kemampuan-kemampuan alamiah tersebut akan berguna bagi anak-anak dan mungkin dipakai Allah untuk menyelesaikan panggilan-Nya.
b.      Karunia-karunia rohani
Setiap orang percaya diberi minimal 1 Karunia Rohani. Karunia Rohani  adalah kemampuan untuk menyelesaikan tugas khusus yang Dia berikan.
Paulus memiliki karunia sebagai pemberita, rasul dan guru, karunia-karunia itu menolong Paulus untuk menyelesaikan panggilan Allah dalam hidupnya.
c.       Beban hati dan persekutuan pribadi
Menolong anak-anak untuk tujuan kekal biasanya anak-anak itu akan tumbuh dalam hatinya untuk mengerjakan sesuatu yang bermakna. Lewat persekutuan pribadi, Allah berbicara melalui Firman-Nya.
5.       Ortu berkonsultasi dengan pemimpin rohani anaknya
Membicarakan apa kira-kira panggilan anak-anaknya supaya bisa memperlengkapi dengan pendidikan yang tepat, dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar